ARIPITSTOP.COM – Meski sulit, Joan Mir masih tetap berusaha untuk mempertahankan gelar juara dunia, balapan tersisa 5 seri lagi artinya masih ada 125 poin untuk diperebutkan, dengan tertinggal 57 poin dari Quartararo rasanya memang mustahil dikejar namun apapun masih bisa terjadi.

Meski berhasil podium ketiga di Aragon, Joan Mir mengaku kecewa dengan hasil tersebut, berhasil mendulang 16 poin hanya memangkas sedikit poin saja dari Quartararo. Joan Mir bertekad mengejar pembalap Yamaha itu di sisa lima seri. Tapi, ia menegaskan butuh kemenangan agar tugasnya makin mudah dan Suzuki juga harus melakukan peningkatan besar.

“Rencana awal tahun ini adalah mengulangi apa yang terjadi pada 2020. Saya makin kuat, mendaptkan lebih banyak poin. Tapi, masalahnya semua orang juga semakin cepat,” kata Mir seperti dilansir Motosan.

“Kami belum alami peningkatan seperti yang lainnya. Sebelumnya, hanya dengan mencapai sedikit ke batasanya, saya bisa naik podium. Sekarang, meski saya tidak tertinggal terlalu jauh, tapi sulit untuk memperjuangkan kemenangan.

“Suzuki merasa paket yang dimiliki sudah cukup untuk memperjuangkan gelar tahun ini. Ketika menyadari tertinggal dari yang lain, mereka mulai membawa beberapa komponen baru, seperti ride high adjuster.

“Cara sara menyelesaikan musim 2020, dan bagaimana saya memulai musim ini, sebenarnya saya memiliki potensi untuk memenangi setiap balapan.”

Tekad Joan Mir untuk mengejar ketertinggalan dengan Quartaro memang kuat meski tersisa 5 seri dengan tertinggal 57 poin, Joan Mir akan mencoba dan membuat gelisah Quartararo sampai akhir musim 2021 selesai.

“Kami harus berkembang, terutama untuk memperjuangkan kemenangan dan memberikan tekanan kepada Fabio, yang saat ini sangat nyaman memimpin dengan keunggulan 57 poin,” ujarnya.

“Kami harus membuatnya sedikit grogi. Kami membutuhkan sesuatu yang saya yakini akan datang dalam waktu dekat.”

Joan Mir memiliki durasi kontrak dengan Suzuki hanya sampai akhir musim 2022, namun dirinya bertekad untuk tetap bertahan dengan Suzuki di masa mendatang, untuk itu dia membutuhkan suatu kemenangan.

“Saya ingin bertahan bersama Suzuki, tapi saya menginginkan kemenangan dan itu jadi hal terpenting bagi saya,” ucapnya.

“Penting untuk melihat di mana kami berada di akhir musim depan, dan seberapa besar peluang meraih kemenangan. Itu akan menjadi kunci apakah saya bertahan atau pergi.”

Advertisements

2 KOMENTAR

  1. Akan sangat sulit “menghajar” fabio di lintasan balap, mendingan sewa tukang pukul buat matahin kaki atau tangannya fabio. Itu saran saya buat mir 😈
    Wkwkwkwkw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here