ARIPITSTOP.COM – Pergerakan pabrikan berlogo sayap mengepak ini memang aktif, meski masih dalam masa pandemi, Honda terus saja berinovasi menelorkan motor baru di Indonesia. Dan kali ini, Honda sudah tercium telah mendaftarkan desain dari motor bebek trail di Indonesia, wow… apakah akan diluncurkan dalam waktu dekat ini?.

Apakah motor bebek trail ini akan dijual di Indonesia?, faktanya Honda Jepang sudah mendaftarkan desain ini di Indonesia loch… hal ini setelah saya lihat sendiri dari website resmi Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI terlihat sebuah motor bebek bergaya trail didaftarkan dengan nomor permohonan A00202102019. Tanggal perlindungan dimulai 21 Juli 2021.

Pemegang desain industri tersebut atas nama Honda Motor Co yang beralamat di Tokyo, Jepang. Sementara desainernya diketahui bernama Chalermpol Thepprapan dan Sorawit Maliphan, keduanya warga kebangsaan Thailand.

Kalau melihat desain motor tersebut, sudah jelas bahwa ini adalah klan motor bebek dengan daya trail. Dan setelah ditelaah dengan teliti ternyata motor ini sudah dirilis duluan di Filipina dengan nama XRM 125.

Yap, jangan kaget kalau motor bergaya bebek trail ini sudah dirilis duluan di Filipina karena di negara ini sepertinya memang sejak lama warganya mengandrungi motor bebek dengan gaya off road. Terbukti jika angka penjualan motor ini sudah mencapai 1,83 juta unit sejak diproduksi pada Desember 2001.

Aura motor bebek blusukan terlihat dari XRM 125 mulai dari penggunaan spakbor bergaya trail, stang tinggi, lalu cover lampu yang mirip-mirip seperti CRF150L, bahkan speedometer digital juga mirip dengan CRF150L. Selain itu ada juga pilihan velg jari-jari dengan alur kembangan ban pacul.

Honda XRM 125 mengusung mesin 125cc SOHC satu silinder 4-tak dengan sistem injeksi bahan bakar 9,54hp @ 7,500rpm dan torsi 9,55Nm @ 6,500rpm serta transmisi manual 4 kecepatan.

XRM 125 dipasarkan dalam tiga varian Motard, DSX dan DS (varian start-up). Berapa harganya? di Filipina motor ini dijual mulai dari PhP 67.900 atau sekitar Rp 19,5 juta hingga PhP 73.600 atau Rp 21 jutaan.

Advertisements

3 KOMENTAR

  1. Perlu inovasi lainnya, trail & dual sport tulen yg pakai kopling setrifugal ala bebek.

    Diluar negri aja udah menjamur trail manual yg sekarang pakai part aftermarket rekluse clutch, berarti kebutuhannya ada.

    Kalau dari pabrikan yg ngeluarin kan lebih mantap lagi, jd ga perlu modif pakai rekluse yg mahal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here