ARIPITSTOP.COM – Minyak rem salah satu komponen yang sebenarnya harus diganti secara berkala namun justru kebanyakan pada sering dibaikan, kalau rem belum rusak maka minyak rem tidak diganti. Seberapa lama sich minyak rem harus rutin diganti?, tengok saja kondisi minyak rem yang baru 19ribu km.

Perawatan penggantian Minyak Rem di motor secara mayoritas disarankan untuk melakukan penggantian setelah motor digunakan menempuh jarak 20.000 km. Hal itu meski di atas batas tersebut rem motor masih bisa berfungsi, memang mayoritas di angka 20.000 km kinerja rem masih bagus tetapi alangkah lebih dirawat sebelum terjadi kerusakan.

Jika didiamkan terlalu lama maka cairan Minyak Rem akan menjadi endapan seperti lumpur sehingga kinerja pengereman menjadi terganggu, seperti rem magel atau keras atau bahkan sampai rem blong karena Minyak Rem sudah tidak kuat menahan suhu panas.

Tengok saja seperti pada motor Aerox 155 yang baru saja dibongkar di bengkel Zona Speed, motor ini baru berjalan 19.046 km dan lihat saja kondisi minyak rem ketika saya bandingkan dengan kondisi minyak rem yang baru.

Warna minyak remnya menjadi hitam pekat dari yang sebelumnya berwarna bening kekuningan, minyak rem seperti ini tentunya sudah tidak maksimal lagi untuk bekerja, titik didihnya sudah pasti berubah. Kondisi minyak rem yang hitam seperti ini juga semakin cepat merusak seal master rem yang berujung rem menjadi keras saat ditekan alias magel.

Jadi lebih baik ganti minyak rem secara rutin dan kinerja rem teta maksimal sehingga motor nyaman digunakan.

Advertisements

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Kobayogas Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here