ARIPITSTOP.COM – Yamaha dan Vinales sudah resmi berpisah dengan damai hanya sampai akhir musim 2021, meski sebenarnya durasi kontraknya sampai 2022. Vinales melupakan kekecewaannya terhadap Yamaha pasca hasil balapan di GP Jerman yang dirinya finish paling bontot. Meski pada satu pekan kemudian Vinales mendapatkan podium kedua di GP Assen, namun hal itu tidak mengubah keputusan Vinales tetap untuk berpisah dari Yamaha.

Vinales membela Yamaha sejak 2017, dipilih oleh Lin Jarvis untuk menggantikan Lorenzo. Bersama Yamaha, Vinales meraih 14 pole, 24 podium, dan 8 kemenangan. Prestasi terbaiknya adalah peringkat ketiga pada 2017 dan 2019. Namun, ia juga dikenal dengan performa yang angin-anginan. Frustrasinya memuncak usai finis ke-19 alias terbuncit di Sachsenring, Jerman, sepekan sebelum Assen. Vinales memutuskan untuk pergi, meski Lin Jarvis kecewa dengan keputusan ini.

“Awalnya Yamaha tidak mau. Lin (Jarvis) tidak bisa mempercayainya, tetapi itu sudah lama terjadi. Motornya dibuat untuk Lorenzo atau Quartararo. Maverick membutuhkan motor yang lebih kaku,” kata Angel Vinales, ayah Maverick Vinales dilansir dari Motorsport-total.

“Mengapa? Karena Maverick seperti Marc. Mereka menyerang dengan keras. Motornya memiliki batas dan tidak akan membiarkan Anda melangkah lebih jauh,” ucap Angel Vinales.

“Manajemen teknisnya tidak tepat. Mereka tidak tahu bagaimana memberikan apa yang dia butuhkan. Dia tidak bisa menggunakan motornya seratus persen.”

Vinales memang kini sedang menikmati hidup bersama keluarga baru, belum lama ini lahir buah hatinya dengan isitrinya yang bernama Raquel. Saat dia mengalami kebahagiaan keluarga di rumah, lintasan balap adalah tempat dia merasa buruk.

“Maverick tidak ingin bersama Yamaha lagi karena dia tidak senang. Dia telah menemukan stabilitas di rumah. Dia telah dewasa dan kelahiran putrinya telah membuatnya sangat bahagia,” aku Angel Vinales.

“Saya sudah mengatakan ini kepadanya sejak lama. Dia sudah menghasilkan cukup uang. Haruskah dia hidup dalam kepahitan? Tidak,” ujar Angel Vinales.

“Maverick tidak pergi karena motornya jelek, tetapi karena Yamaha tidak memberinya motor yang cocok. Dia juga tidak bisa menyesuaikan diri dengan motornya.”

“Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia memercayai motornya, tetapi bukan manajemen teknis motornya. Dia tidak tahu apa yang salah. Itu saja,” ucap Angel Vinales.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here