ARIPITSTOP.COM – Ketika Vinales sedang kencang-kencangnya di atas motor M1 di Sirkuit Assen, justru di sirkuit Belanda inilah sebuah kabar yang heboh terdengar dari seorang Vinales yang konon dirinya akan putuskan kontrak dengan Yamaha dan memilih Aprilia sebagai rujukan untuk musim 2022.

Adalah fakta dirinya bisa meraih pole position pada sesi kualifikasi MotoGP Belanda. Jika bisa mengkonversikan pole position ini jadi kemenangan di balapan hari ini, kemungkinan Maverick Vinales berpikir ulang untuk hengkang ke Aprilia. Namun jika melihat hasil balapan di seri-seri sebelumnya, Vinales sudah tidak nyaman dengan kondisi lingkungan di Box Yamaha. Yang terakhir bahkan sampai mengganti Crew Chief namun justru mendapatkan hasil jelek harus finish di posisi belakang ketika balapan di Sachsenring Jerman.

Seperti kita ketahui bahwa saat ini Maverick Vinales masih memiliki kontrak dengan Yamaha sampai akhir Musim 2022. Bahkan Vinales juga mendapatkan gaji terbesar kedua setelah Marc Marquez di kelas MotoGP, sepertinya Vinales sudah tidak memikirkan soal gaji lagi namun lebih ke kenyamanan hingga jika memang benar dirinya harus putus kontrak. Karena jika memang benar harus putus kontrak yang seharusnya habis di musim 2022, maka biasanya harus ada penalty yang dibayarkan.

Rumor ini ini juga semakin menegaskan jika beberapa hari yang lalu, pihak Aprilia sudah tidak sabar lagi dengan keputusan Dovizioso apakah akan tanda tangan kontrak untuk musim 2022. Disini disnyalir sudah ada tanda2 jika Vinales akan merapat ke Aprilia, jika saja Vinales masuk ke Aprilia maka kemungkinan Dovizioso akan menjadi test rider. Sedangkan posisi Vinales di Yamaha bisa saja digantikan oleh Morbidelli untuk kembali bertandem dengan Quartararo.

Advertisements

2 KOMENTAR

  1. Yah kasian, sebenernya Vina ini potensinya bagus. Cuma sayang dia ini egonya besar dan kebanyakan gatau apa apa.
    Cuma cocok dengan pabrikan yang bener2 punya motor dan tim mekanik yg bagus. Yang sudah jadi.
    Inputnya buat perkembangan motor ga pernah jelas, ditanya masalahnya dimana biar bisa maksimal ga pernah tau. Disuruh coba copy data teammatenya yang lebih kenceng ogah2an, padahal bisa bikin dia kenceng.
    Pembalap kencang yang cuma bisa punya mental baperan dan malas untuk push limit motor atau dirinya sendiri..

Tinggalkan Balasan ke jbat Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here