ARIPITSTOP.COM – Alhamdulilah setelah sekian lama gara-gara pandemi Covid-19 kembali bisa merasakan touring bareng teman2 Bloger dan Komunitas dalam acara bertajuk “Touring Laki” yang menggunakan motor All New CB150R menempuh perjalanan sepanjang 454,2 km start dari Jakarta dan finish di Pantai Batu Karas. Touring kali ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, para peserta harus dalam keadaan sehat dan Negatif Covid-19 setelah melakukan Swab Test, pada saat melakukan serangkaian acarapun tetap harus prokes ketat bahkan sampai hotel juga kita menginap 1 orang 1 kamar. Begitu acara selesai dan sebelum pulang ke rumah, kita rombongan juga wajib test swab dulu dan alhamdulilah semua dinyatakan Negatif Covid-19. Lalu seperti apa sich oleh-oleh touring yang kali ini menggunakan motor CB150R yang sok depannya sudah berubah memakai sok USD?.

Dalam touring kali ini dibagi menjadi dua etape yaitu hari pertama start dari Wahana Honda di jalan Gunung Sahari kemudian finish di Ciwidey. Kemudian hari kedua menempuh perjalanan jalur selatan, start dari Ciwidey menuju ke Pantai Batu Karas.

Hari pertama kami berkumpul di Wahana Honda Gunung Sahari, start sekitar jam 7.30, rombongan bikers sekitar 20 motor termasuk perwakilan komunitas ASFI dan HSFCI, blogger dan panitia melesat menuju Ciwidey Bandung.

Touring kali ini merupakan juga momen pertama kali melihat secara langsung wujud perubahan dari All New CB150R, secara desain jika dibandingkan versi sebelumnya sudah jelas kalau saya tetap vote desain yang baru. Kenapa?, pandangan pertama langsung tertuju pada bagian depan yang kini tampak menjadi kekar gagah berkat penanaman sok USD dan ditambah lagi dengan desain Tangki yang kini melar meski dengan penambahan cover alias kondom. Kemudian desain headlamp sebenarnya masih memakai desain versi lama hanya saja merubah bagian cover headlamp yang dilebarkan sedikit sehingga tidak terlalu menyipit seperti versi sebelumnya.

Sayangnya untuk desain bagian belakang tidak mengalami perubahan kecuali cover kanan kirinya, bagian lampu belakang hingga spakbor masih tetap sama sehingga terkesan sedikit kedodoran karena depan kekar tapi belakang masih agak mengecil.

Kemudian ketika nangkring diatas joknya, dengan perubahan yang terjadi di bagian stang yang kini memakai stang fatbar dengan raiser yang cukup tinggi, riding position kini memang berubah cukup drastis. Dengan tinggi badan saya 172cm dan bobot 66 kg, Posisi tangan jadi agak melebar dibandingkan dengan versi lama namun tetap dengan lekukan siku yang nyaman buat riding. Posisi punggung jadi agak tegak sehingga punggung tidak cepat pegal ketika riding jauh. Intinya riding positionnya kini jauh lebih rileks.

Menyalakan mesin, suara dari engine CB150R facelift ini sama saja seperti mesin sebelumnya, ya karena memang mesinnya tidak ada perubahan sama sekali, pokoknya plek ketiplek dech… Namun ada yang beda banget ni, getaran yang diterima oleh tangan di stang kini jauh lebih halus. Kok bisa?, menurut pendapat saya ini karena pengaruh sok depan dan raiser stang yang agak tinggi. Sebenarnya di raiser atau dudukan stang CB150R baik itu yang model lama maupun yang baru ini sudah memakai semacam karet peredam, akan tetapi karena model sebelumnya memakai sok teleskopik dan sekarang USD cukup meredam getaran cukup signifkan. Stang pada CB150R ini kalau digerakkan akan goyang2 kedepan dan kebelakang, bukan karena goyang kendor melainkan justru inilah alasannya getaran di stang CB150R ini jauh lebih adem, perpaduan antara karet peredam, raiser yang lebih tinggi kemudian masih ditambah sok USD yang semakin stabil meredam getaran.

Lanjut masukin gigi pertama, secara performa serta akslerasi saya boleh bilang ini tidak jauh beda dengan versi sebelumnya, lagi2 karena tidak adanya ubahan mesin. Meski begitu, ketika start dari Honda Wahana menuju jalur puncak Bogor yang merupakan jalanan padat dan sering terkena macet. Motor ini tetap nyaman untuk diajak akslerasi, ketika sering terkena macet dan sering berhenti di lampu merah, mesin juga tidak begitu panas, untuk sekelas motor 150cc.

Performa motor juga saya bilang ini sudah cukup untuk motor sport naked 150cc, Torsi terus mengisi ketika diajak nanjak di daerah pegunungan seperti Puncak Bogor atau di daerah Ciwidey, tidak ada terasa tenaga ngempos. Entah kalau berboncengan yak… karena ini pada saat touring ini tidak boleh berboncengan, atau kalau biker dengan bobot hingga diatas 70kg. Memainkan Torsi saat yang dikeluarkan dari mesin All New CB150R ini pas banget ketika diajak meliauk-liuk di daerah pegunungan atau jalur selatan yang penuh dengan kelokan.

 

Yap… motor ini juga sempat saya ajak speeding ketika di jalur pantai selatan, mesin DOHC ini saya betot dapat 122km/jam. Merasakan gigi 1 terasa pendek nafasnya, bahkan gigi 2 dan gigi 3 juga terasa masih pendek, namun begitu masuk gigi 4 sudah mulai panjang namun ada sedikit getaran di rentan 8 ribuan rpm. Alhasil karena nafas pendek, lebih sering bermain di gigi 3 ketika diajak touring perjalanan jauh seperti daerah pegunungan.

Dari pengereman tetap cukup baik dengan perpaduan rem cakram depan dan belakang terutama piringan yang sudah wave discbrake ini. Kemudian kontur ban standar ini ketika kondisi kering memang cukup baik cengkeramannya, diajak miring2 saat meliak-liuk di kelokan pegunungan tidak terasa limbung. Namun ketika kondisi jalanan basah memang sedikit lebih ekstra hati-hati, terkadang terasa sedikit selip kalau nekat diajak sedikit miring.

Ok dech… cukup sekian cerita pertama kali diatas jok CB150R yang cukup lumayan jauh nich selama dua hari menempuh jarak 454,2 km. Kalau dibilang capek atau tidak ya pasti capek wong namanya touring perjalanan jauh, ehehehhehe…

Cerita lengkap touring selama dua hari akan saya buat artikel secara terpisah yak… keren banget terutama di hari kedua perjalanan dari Ciwidey menuju pantai Batu Karas, pesona alamnya dan jalanannya saya kasih 10 jempol.

Advertisements

3 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Anggi Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here