ARIPITSTOP.COM – Penyesalan dirasakan oleh Marc Marquez yang menyia-nyiakan situasi yang sudah memimpin balapan, akibat kesalahannya dia harus terjatuh padahal kala itu sedang semakin menjauh dari pembalap di belakangnya. Terjatuh disaat memimpin balapan menjadi penyesalan mendalam ketika di musim ini belum pernah naik podium akibat stamina yang belum pulih 100% akibat cidera yang dialaminya.

Sejatinya Marc Marquez melakukan balapan yang baik ketika kondisi cuaca masih kering, start dari posisi 6 Marquez naik ke posisi 4 pada lap pembuka balapan yang dimulai dalam kondisi kering ini. Namun, pada lap berikutnya, ia kembali ke posisi keenam setelah disalip oleh Nakagami dan Alex Rins. Pada Lap 4, hujan mulai turun dan ia berganti motor bersama Quartararo pada akhir Lap 5.

Akibat kesalahan Quartararo ketika melakukan flag to flag justru masuk ke garasi Vinales, Quartararo kehilangan waktu cukup banyak. Marquez pun keluar pitlane lebih dulu dan memimpin balapan. Ia sejatinya mampu mencetak margin cukup lebar, namun terjatuh di Tikungan 14 pada Lap 8 akibat ban belakangnya selip. Ia mampu kembali berlaga di lintasan, namun duduk di posisi 18 dan harus kembali susah payah merangsek ke depan. Akan tetapi dirinya kembali terjatuh dan harus mengakhiri balapan.

“Jelas hari ini kami tak memanfaatkan kesempatan yang disajikan cuaca, dan saya kecewa soal ini. Saya tahu, jika saya bersabar pada 3-4 lap pertama, maka balapan ini bakal baik untuk saya. Namun, saya terjatuh pada momen yang tak saya kira. Saya tak terlalu ngotot, tapi beginilah yang terjadi,” ungkap Marquez dilansir dari Crash.net.

“Sulit dapat suhu ideal ban belakang, terutama saat masuk tikungan, mengurangi gas, dan mengerem. Ban belakang saya selip pada saat tak terduga. Kecelakaan pertama bisa terjadi dan banyak pembalap jatuh hari ini. Bagusnya, saya bisa naik motor lagi dan jadi salah satu yang tercepat. Tapi saya marah pada diri sendiri karena kecelakaan kedua harusnya tak terjadi,” tuturnya.

Marquez memang sempat naik ke posisi 11. Namun, saat mengejar Rossi pada Lap 18, ia terjatuh lagi di Tikungan 6. Motornya rusak parah dan ia tak bisa lanjut balapan.

“Ini kesalahan saya dan saya tak bisa mengendalikan diri. Saya tak konsentrasi penuh, berkendara cepat, mungkin terlalu cepat. Saya tak tahu para pembalap terdepan berkendara lebih lamban dari saya. Saya memikirkan lengan dan hal-hal lain, karena pada lap itu saya memberitahu tim bahwa saya akan masuk garasi lagi untuk ganti ban kering karena saya percaya treknya sudah siap,” ungkapnya.

“Dalam kondisi basah, saat tak punya masalah fisik, saya terbukti punya kecepatan yang baik. Memang benar saya melakukan kesalahan, tapi ini bagian dari comeback. Hari ini saya merasa ada kans, coba untuk bertarung, tapi saya terlalu ngotot. Padahal ritme pembalap lain lebih lamban. Kami pun tak memanfaatkan kans yang diberikan cuaca hari ini,” tutupnya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here