ARIPITSTOP.COM – Mulai 24 Januari 2021, kendaraan usia 3 tahun atau lebih wajib uji emisi gas buang, agar motor bisa lolos uji emisi tentunya motor harus dalam kondisi sehat. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar motor kita tetap sehat dan lolos uji emisi.

Satu syarat mutlak agar motor bisa lolos uji emisi tentunya motor harus dalam kondisi fit dan layak dikendarai, kalau ada masalah di bagian mesin terutama yang berhubungan dengan pembakaran campuran bahan bakar maka gas buang yang dikeluarkan oleh knalpot tidak akan normal. Lalu bagaimana agar motor bisa lolos uji emisi?

Agar motor bisa lolos uji emisi sebenarnya kuncinya cukup satu yaitu rutin servis dan mengganti part2 yang sudah waktunya diganti agar performa motor tetap dijaga. Lalu part2 apa saja yang harus diperhatikan akan motor bisa lolos uji emisi?.

Cek Filter udara

Jika ingin motor lolos uji emisi, kondisi filter udara harus bersih, karena kalau filter udara kotor akanΒ  bisa membuat asupan udara masuk ke ruang bakar jadi terhambat. Penyebab tingginya kadar karbon monoksida (CO) dalam emisi gas buang motor disebabkan oleh sedikitnya Oksigen (O2) dalam proses pembakaran. Oleh karena itu filter udara harus dalam keadaan bersih atau jika perlu ganti baru sebelum melakukan uji emisi.

Secara servis rutin, filter udara tipe basah diganti setiap 15ribu km sedangkan untuk filter udara tipe kering diganti setiap 10rb km.

Busi

Jika kondisi busi yang lemah juga bisa membuat kadar emisi gas buang tinggi, karena jika pengapian bermasalah maka proses pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga campuran bahan bakar tidak semuanya terbakar dan justru langsung terbuang di knalpot, hal ini semakin meningkatkan kadar kandungan hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO) di gas buang, maka motor tidak akan lolos uji emisi jika HC dan CO kadar semakin banyak.

Cek kondisi busi, pabrikan menganjurkan penggantian busi setiap 6.000-7000 km.

Oli Mesin

Oli mesin juga menjadi hal yang sangat mempengaruhi kondisi mesin, jangan sampai telat ganti oli karena oli mesin juga akan mempengaruhi kompresi di ruang bakar. Jika oli mesin sudah terlalu encer maka kompresi akan menurun. Ganti oli mesin secara rutin juga akan merawat kondisi sparepart di dalam mesin seperti piston, ring piston dan cylinder. Jika sering telat ganti oli atau bahkan pernah kehabisan oli mesin maka dipastikan mesin dalam kondisi sakit seperti ring piston aus, piston baret hingga cylinder aus, hal ini akan menyebabkan oli mesin ikut terbakar dan membuat gas buang menjadi semakin pekat akibat oli mesin ikut terbakar.

Ganti oli mesin secara rutin maksimal setiap 2.000 km.

Bahan bakar

Pemilihan bahan bakar juga sangat penting, jangan memakai BBM dengan kandungan Ron dibawah 90 karena mengandung timbal yang banyak. Akan lebih baik memakai BBM dengan Ron diatas 90, pembakaran akan menjadi semakin sempurna, sehingga kadar hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO) di gas buang semakin rendah.

Knalpot

Knalpot tetap memakai knalpot standar, karena rata2 knalpot racing tidak memakai catalic converter. Piranti ini adalah saringan berbentuk sarang lebah yang dibuat dari logam platinum atau paladium yang disatukan melalui blok keramik. Ketika gas buang menyentuh logam (katalisator), reaksi kimia terjadi berupa penghilangan beberapa kandungan atau senyawa yang berbahaya, seperti hidrokarbon (HC). Alhasil, gas buang yang keluar dari knalpot bisa lebih bersih. Sementara itu, logam yang digunakan sebagai katalisator tidak berubah sifat.

Karburator/Injektor

Perawatan pada karburator atau system injeksi juga sangat penting, terutama di motor yang masih karburator yang kinerjanya masih manual. Debit bahan bakan yang disemburkan dipastikan bekerja dengan normal.

Untuk motor injeksi bisa melakukan perawatan pembersihan Throtle body dan infus injector agar tetap bersih dam semprotan bahan bakar menjadi semakin sempurna.

O2 Sensor

Pastikan sensor ini bekerja dengan baik atau bahkan tidak dilepas. Jika motor masih dalam kondisi standsr tidak dimodifikasi, pastikan sensor ini bekerja dengan baik, karena O2 sensor sangat besar perannya dalam hal gas buang. O2 sensor akan mendeteksi gas buang di knalpot pada motor injeksi.

Sensor ini berfungsi mengatur pasokan bahan bakar agar sesuai dengan kebutuhan di ruang pembakaran. Teknologi ini juga membuat motor menjadi ramah lingkungan karena pasokan bahan bakar dapat menekan emisi gas buang.

Di motor yang sudah diaksifikasi biasanya sensor ini dinonaktifkan yang kemudian diganti memakai open looper agar debit bahan bakar bisa diatur menjadi boros agar tenaga terdongkrak. Oleh karena itu jika mau lolos uji emisi, pastikan O2 sensor difungsikan kembali.

Advertisements

4 KOMENTAR

  1. Kui rungok ne cah….
    Ganti oli maximal setiap 2000 Km (Oli standar pabrikan).

    Tapi klw saya saat pakai Oli pabrikan Maximal 1000 Km (pemakaian normal).
    Dan ganti setiap 500 Km (saat sering dipakai hingga RED LINE)

    Kini saya pakai TMO (Toyota Motor Oil) 10-40 API Service SN saya pakai hingga 2500 Km.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here