ARIPITSTOP.COM – Ramai diperbincangkan terutama di media sosial perihal moge yang melewati jalur mobil di jembatan suramadu, tiga pengendara moge akhirnya mengakui kesalahan dan membuat pernyataan bertanda tangan diatas materai.

Rombongan Harley Davidson yang melintasi Jembatan Suramadu dilaporkan oleh warga. Warga mempermasalahkan rombongan itu yang tidak melewati jalur motor, tetapi melewati jalur mobil. Rombongan motor gede ini terrekam kamera petugas Posko Siaga Sapta Taruna Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ketika mereka melintas di jalur roda empat Jembatan Suramadu.

Rombongan Moge Lintasi Jalur Roda 4 Jembatan Suramadu ini diketahui dari akun YouTube Frey Jonathan yang berjudul Laporan Posko Nataru 26-12-2020. Petugas Posko Siaga Sapta Taruna Natal 2020 & Tahun Baru 2021 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jadi menurut laporan jatimnow, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, Satuan kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Suramadu, ketika itu tengah melaporkan perkembangan arus lalu lintas di Jembatan Suramadu. Saat itulah ditemukan rombongan tersebut melintas.

Atas kejadian ini akhirnya pihak Kepolisian langsung bergerak, dan telah mengidentifikasi ketiga pengendara moge tersebut.

“Setelah kami menggali (informasi) dan saya meminta tolong ke rekan-rekan HDCI, siapa tahu ada yang kenal, akhirnya informasinya baru didapat kemarin sore. Akhirnya difasilitasi oleh rekan-rekan HDCI, tadi juga didampingi terkait itu,” ujar Kasat Lantas Polres Perak AKP Sigit Indra, dilansir dari detik.com.

Ketiga pengendara moge tersebut adalah MR (48), KSD (55) dan DM (39). Mereka datang ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 11.30 WIB dan memberikan klarifikasi terkait mereka yang melintas di jalur roda empat Jembatan Suramadu.

Sigit mengatakan isi pernyataan yang dibuat oleh tiga pengedara tersebut, mereka mengakui salah dan mereka mengaku tidak mengetahui soal jalur di Jembatan Suramadu karena masih baru di Surabaya.

“Dia saya minta membuat pernyataan, di dalam isi pernyataan itu dia mengaku salah. Karena dia orang baru di Surabaya, dia dari Medan. Pak R ini baru bulan 7 kemarin di Surabaya belum begitu hafal, kayaknya komunitasnya masih baru,” tandas Sigit.

Seperti kita ketahui jika Jembatan Suramadu terpisah antara jalur roda dua dengan jalur mobil dengan alasan keamanan. Sigit menjelaskan meski moge yang dikendarai tiga orang itu memiliki cc besar, namun tetap tergolong roda dua. Dan jalur untuk roda dua di Jembatan Suramadu telah disediakan sendiri. Tetapi mereka justru melintas di jalur roda empat.

“Memang kan masuk kendaraan roda dua. Kalau roda dua tetap di sana (pada jalurnya). Walaupun cc nya besar, karena bukan peruntukan di jalur itu. Karena pertimbangannya angin di situ kencang. Khawatirnya di situ. Makanya bagaimanapun juga roda dua tetap ada jalurnya,” ungkap Sigit.

Advertisements

4 KOMENTAR

  1. Coba yang melintas tol orang pakai matic atau bebek..pasti sudah diborgol dan dipertontonkan..pak polisi kapan tobatmu..semua orang sama di mata hukum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here