ARIPITSTOP.COM – Penjualan motor di masa pandemi kembali mengalami kelesuan, sempat naik pada bulan Juli 2020 dan seterusnya namun kembali turun di bulan November 2020. Meski lesu, motor matic terus menguat dan semakin memojokkan pasar bebek dan motot sport.

Dilansir dari data AISI, penurunan penjualan motor di Indonesia diawali di awal masa pandemi tepatnya bulan April hanya terjuap 123ribuan unit seluruh Indonesia dan lebih oarah di bulan Mei hanya 21ribuan unit saja.

Lalu d bulan Juli naik menjadi 292 ribuan unit dan Agustus 317 ribuan unit. Puncaknya terjadi pada September, yakni ada lebih dari 380 ribu unit kuda besi yang dikirim dari pabrik.

Namun, pada bulan berikutnya angka tersebut turun menjadi 317 ribuan unit. Kemudian di bulan November, kembali terjadi hal yang sama, di mana angka distribusi hanya mencapai 237 ribuan unit atau lebih rendah 25 % dibandingkan Oktober.

Jika melihat penjualan secara total sepanjang Januari hingga November tahun ini sudah ada 3.431.379 unit motor berbagai jenis yang dikirim dari pabrik ke dealer. Angka tersebut jauh di bawah tahun lalu, yang pada periode sama tercatat sebanyak 6.065.314 unit.

Sedangkan melihat trend penjualan jenis motornya, motor matic terus menguasai dunia. Motor matic mendominasi dengan 88%. Diikuti oleh motor sport sebanyak 7,1% dan motor bebek 5,9%.

Data penjualan motor sepanjang tahun 2020:

Month Domestic Export
JAN 462,984 62,562
FEB 548,141 93,659
MAR 561,739 59,224
APR 123,782 10,470
MAY 21.851 5.651
JUN 167,992 32,884
JUL 292,205 57,070
AUG 317,107 74,233
SEP 380,713 70,981
OKT 317,830 75,282
NOV 237,035 78,474
DEC
TOTAL 3,431,379 620,490

Category Unit %
Underbone 172,960 5,9%
Scooter 2,562,198 88,0%
Sport 176,520 6,1%
Total Domestic 2,911,678

Category Unit %
Underbone 40,482 11,0%
Scooter 278,807 75,9%
Sport 48,197 13,1%
Total Export 367,486 100,0%

Advertisements

7 KOMENTAR

  1. Saya lebih memilih bebek entry level buat harian. Karena pernah pakai matic entry level. Perawatannya ternyata lebih mahal matic. Ibaratnya seperti 2 mesin. Bagian head engine dan transmisi cvt nya. Berbanding dengan kepraktisannya motor matic.

  2. Sampe sekarang pilih bebek Supra X, setelah nyobain bebek, matik kecil, matik gede. Sport belum pernah coba karena ngga bisa hahaha …
    Bebek :
    – Handling lebih stabil, mungkin karena diameter roda lebih gede
    – Shock lebih nyaman
    – Bensin lebih irit
    – Maintenance lebih gampang, beberapa bisa dilakuin sendiri
    – Buat jalanan menurun lebih aman, ada enjinbrek

    • Sepakat Raden Tasdi,

      Untuk pasar bebek kenapa cenderung turun terus, karena pabrikan motor memang ga ada update, baik mesin ataupun fitur fiturnya.
      Bedadengan matic yg selalu ada update.

      Seandainya Atpm juga memproduksi motor bebek yg kaya fitur & semakin fungsional , insyaa Alloh pasar nya akan lebih terjaga.

      Saya pribadi merasa lebih nyaman pakai motor bebek buat harian, walaupun ada matic, 70% pakai bebek berbanding 30% pakai matic.

      Ada harapan terpendam, seandainya Atpm memproduksi motor bebek misalnya MX king 155, dengan bagasi yg minimal muat jas hujan 2 set & tools kit.
      Tangki BBM di depan , minimal 6 liter.
      Kelistrikan sudah DC, & tanpa kopling.
      Agar memudahkan operasionalnya terutama saat di jalur macet/ perkotaan.
      Speedometer dengan fitur yglengkap.
      Ada bagasi depan minimal muat botol 600ml air mineral.
      Intinya perlu motor yg fungsional dari jenis bebek , yg nyaman di gunakan untuk perkotaan maupun mini taouring.

      Ayo di tunggu Yamaha, Honda, atau Suzuki

  3. klo mau pasar bebek lebih naik lagi, mungkin harus dipikirkan faktor ergonomi dan fungsi layaknya di motor matic, misal bagasi luas bisa muat minimal jas hujan ukuran standard, bisa buat ngecas hape. itu aja sih mungkin udah cukup, tapi harus tetep memperhatikan faktor desain yang masih “enak dilihat” walopun nanti agak gambot, mungkin bisa dibikin lebih sporty layaknya aerox atau lebih elegean layaknya nmax/pcx. karena dari segi maintenance tetep lebih murah motor bebek dari pada matic.

    • Supra X ada chargernya Om.
      Bagasinya luas, jas hujan, kunci2, sandal bisa masuk. Bini simpenan doang yg ngga bisa masuk, wkwkwk …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here