ARIPITSTOP.COM – Tak bisa dipungkiri, perjalanan trio pembalap Yamaha yaitu Vinales, Rossi dan Quartararo sangat terpuruk dalam menjalani balapan MotoGP 2020, mendapatkan masalah teknis sejak seri pertama hingga akhirnya terombang ambing selama menjalani balapan musim 2020. Vinales yang meski pernah memenangi balapan, faktanya dirinya mengakui jika balapan musim 2020 merupakan karir terburuk baginya.

Ketiga pembalap ini tidak stabil bahkan terseok-seok menjelang balapan seri2 terakhir MotoGP, mesin M1 2020 yang mereka pakai sering bermasalah dibandingkan mesin M1 2019 yang dipakai Morbidelli. Sangat mencolok perbedaan hasil balapan antara Morbidelli yang justru bisa kompetitif di barisan depan meski pakai mesin lama dibandingkan para pembalap yang memakai mesin 2020. Hal ini juga terlihat dalam balapan seri terakhir di Portugal.

Vinales start dari posisi 8. Ia pun dilanda masalah ‘klasik’ Yamaha, start dari tengah grid membuat mereka tersalip oleh motor-motor yang lebih bertenaga di trek lurus, hingga para pembalap harus mengerem secara agresif di tikungan dan hingga ban depan cepat aus.

Faktanya, hal yang sama juga dialami oleh Rossi dan Quartararo yang start dari posisi 17 dan 5. Vinales, Rossi, dan Quartararo hanya mampu finis ke-11, 12, dan 14. Morbidelli yang start kedua dan finis ketiga membuktikan masalah Yamaha ini, start dari barisan depan, membuat mereka bisa finis di depan pula.

“Jika kami start dari posisi 1 atau 2, balapan ini bakal berbeda, karena jika saya sendirian, saya bisa mencatat 1 menit 40,1 atau 40,2 detik. Itulah ritme yang dicatat Jack (Miller) dan Franky. Masalahnya, jika ada di tengah, maka kami langsung ‘habis’ karena pembalap lain akan menyalip kami di trek lurus,” ungkap Vinales dilansir dari Autosport.

“Dengan begini, kami harus mengerem sekuat tenaga (demi mengejar di tikungan). Alhasil, ban depan jadi hancur, dan semua jadi bermasalah. Kami selalu bilang, kami harus start di depan. Jika tidak, kami bakal kesulitan dan makin mundur. Entahlah, jujur saja 4-5 balapan terakhir benar-benar bencana,” lanjutnya.

Vinales pun sedih menceritakan ketika dirinya, Rossi dan Quartararo justru hanya bisa bersaing memperebutkan posisi 11.

“Itu adalah persaingan kecil, dan persaingan kecil yang saya menangkan. Saya hanya coba menyimpan hal positif dalam diri saya, tapi sudah jelas musim ini benar-benar bencana. Musim terburuk dalam karier saya. Sungguh sulit memercayainya. Tapi ini saatnya pulang, berusaha tenang,” tutup Vinales

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here