ARIPITSTOP.COM – Yamaha sudah dinyatakan bersalah atas penggantian part tanpa ijin atau bisa dikatakan menggunakan part ilegal dalam balapan di MotoGP sehingga dikenakan hukuman pengurangan poin untuk konstruktor dan team, namun para pembalap Yamaha beruntung tidak ikut mendapatkan hukuman pengurangan poin. Atas kejadian ini, Marquez menyindir Yamaha melalui akun media sosialnya.

Kerusakan pada mesin motor M1 yang digunakan Rossi, Vinales, dan Morbideli di baapan Jerez 2020 menjadi awal mula petaka dari tim Yamaha di musim 2020. Yamaha langsung mengirim mesin yang rusak diterbangkan ke Iwata Jepang untuk diteliti lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya kerusakan.

Akhirnya Yamaha menemukan titik terang bahwa mesin Yamaha M1 2020 punya masalah di bagian klep, Yamaha sempat dikabarkan mengajukan penggantian klep ini namun akhirnya batal. Karena ketika Yamaha mengajukan penggantian klep, semua tim pabrikan MotoGP harus hadir menjadi saksi ketika mesin M1 dipretelin, ini artinya Yamaha membuka rahasia mesinnya ke kompetitor. Maka keinginan mengganti klep akhirnya diurungkan oleh Yamaha.

Akan tetapi, penyelidikan yang dilakukan oleh FIM MotoGP stewards menemukan fakta jika Yamaha telah mengganti part secara ilegal karena tidak meminta persetujuan kepada MSMA. Atas tindakan ini maka Yamaha mendapatkan Penalty berupa pengurangan poin.

Yamaha secara Manufaktur telah RESMI diberi sangsi pengurangan Point sebanyak 50 Point. Monster Energy Yamaha MotoGP memperoleh pengurangan Team Point sebanyak 20 point sementara Petronas Yamaha SRT MotoGP mengalami pengurangan point Team sebanyal 37 point.

Ada yang menarik setelah pihak FIM MotoGP stewards hanya menjatuhkan hukuman untuk tim dan para pembalap bebas dari hukuman. Marquez melalui akun twitternya menyindir kasus ini, menurutnya aneh karena para pembalap tidak ikut diuntungkan atas penggantian part ilegal ini. Menurutnya, para pembalap Yamaha juga layak dihukum karena mendapatkan keuntungan pula dari aksi Yamaha.

“Ternyata kami, para pembalap, tak mendapatkan manfaat dari keuntungan mekanis apa pun. Sungguh mengecoh,” sindir Marquez lewat Twitter dalam bahasa Spanyol.

Advertisements

2 KOMENTAR

  1. Kalo pembalapnya ga kena sanksi juga, Konsekuensinya kalo nanti yg juara dunia pembalap dari ymh bisa dikatakan juara karena jurang eh curang, sedangkan kalo kalah bisa diledek udah curang aja tetep ga jurdun. Wayoloo..

  2. Terlepas rider tahu apa nggak terhadap perubahan mesin, sebenernya sah aja diberi potongan point, karena point yg didapat juga dengan valve illegal, dorna main aman aja kayaknya biar gak dikira membantu spanyol lagi, lol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here