ARIPITSTOP.COM – Viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa anggota komunitas motor Harley Davidson yang mengeroyok anggota TNI. Atas insiden ini, dua orang komunitas Harley Davidson ditetapkan menjadi tersangka dan 13 unit motor Harley Davidson untuk sementara disita oleh pihak Kepolisian.

Kronologi :

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Kasus bermula saat dua anggota TNI berpangkat serda, yakni Serda M Yusuf dan Serda Mistari, menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas di Jl Dr Hamka, Bukittinggi.

Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat motor Serda Yusuf dan Serda Mistari keluar hingga bahu jalan. Beberapa anggota moge HOG SBC yang tertinggal rombongan itu menunjukkan kearoganannya.

“Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan dengan Serda Mistari memberi kesan kurang sopan,” ujar Komandan Puspom TNI AD, Letjen Dodik Widjanarko, dalam keterangan tertulis, dilansir dari Detik.com.

Aksi arogan anggota HOG SBC itu ditunjukkan dengan memainkan gas mogenya. Serda Yusuf dan Serda Mistari mengejar rombongan dengan maksud memberi peringatan. Keduanya memotong jalan salah satu peserta konvoi, tepatnya di Simpang Tarok Bukittinggi.

Tak terima disetop, anggota HOG SBC kemudian cekcok mulut dengan Serga Yusuf dan Serda Mistari. Hingga akhirnya sejumlah anggota klub moge mengeroyok 2 prajurit TNI yang bertugas di Kodim 0304/Agam itu.

“Pada akhirnya terjadi pengeroyokan (penganiayaan dengan bersama-sama) terhadap kedua prajurit TNI AD tersebut,” jelas Dodik.

Anggota komunitas sempat ada yang mengancam mau menembak.

Pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI berpangkat Serda oleh anggota Klub Harley diwarnai ancaman penembakan. Moge-moge tampak terparkir di jalanan. Kemudian terlihat beberapa anggota klub motor itu melempar satu orang prajurit TNI ke halaman sebuah ruko. Prajurit TNI yang dimaksud terjatuh dan meringkuk.

“Mau saya tembak kamu? Awas…,” ujar salah seorang anggota klub motor kepada prajurit TNI itu sambil memaki.

Orang yang berteriak itu kemudian menendang prajurit TNI yang sudah meringkuk di tanah. Prajurit TNI itu tampak dikerumuni oleh beberapa biker berpakaian lengkap. Bahkan ada satu orang biker yang terlihat merunduk sambil menahan prajurit TNI tersebut. Ada beberapa anggota klub motor yang hanya menonton dari mogenya.

Dua orang anggota komunitas Harley Davidson ditetapkan menjadi tersangka.

Atas kejadian ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan Polres Bukittinggi. HOG SBC juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada TNI serta masyarakat.

“Dua orang sudah kami tahan inisial MS (49) dan B (18). Pasal yang dipersangkakan adalah 170 KUHP. Dan terhadap pelaku keroyok sudah dilakukan penahanan di rutan polres,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara.

Diketahui, MS (49) adalah wiraswasta yang berdomisili di Padang, Sumbar. Sedangkan B (18) merupakan pelajar/mahasiswa yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

13 Harley Diamankan

Sedikitnya 13 unit moge Harley-Davidson yang dipakai dalam konvoi pun ikut disita. Polisi ingin mengecek kelengkapan surat-surat dari motor mewah tersebut. Pihak reskrim berkoordinasi dengan Satlantas.

“Sementara yang kami amankan 13 unit moge Harley-Davidson dan 1 unit Yamaha X-Max untuk dilakukan pengecekan surat kendaraan motor tersebut dan untuk pengecekan saya berkoordinasi dengan kasat lantas,” kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution.

HOG SBC mengajukan permohonan maaf kepada sejumlah pihak atas insiden tersebut.

“Atas kejadian dan berita yang ramai di 24 jam terakhir ini, pertama, saya ingin menyampaikan atas nama HOG SBC, pertama, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut,” kata Epriyanto selaku Public Relation HOG SBC, yang dilansir dari detikcom, Sabtu (31/10/2020).

“Kami dari HOG SBC, menghormati proses hukum yang berlaku, dan juga seperti rekan-rekan ketahui, bahwa dari HOG SBC sudah ada 2 anggota kami yang ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani penahanan di Polres Bukittinggi,” kata lanjut Epriyanto.

Video

Advertisements

6 KOMENTAR

  1. ikut komen ah, bagusnya itu diusut tuntas yg ngancem mau nembak anggota tni itu, beneran punya senjata api ato ngga. klo beneran punya, bagusnya mah dicabut aja ijin kepemilikannya, sangat membahayakan banget. ato klo ngga, saya saranin dikirim aja ke papua ikut misi noh biar nyaho rasanya jd tni gimana.

  2. Tunggu 1 minggu kemudian, w yakin setelah itu gak mungkin 2 orang yg ada di sel itu mukanya masih mulus.. Pasti dapet kunjungan tu dari temen Anggota TNI yg laennya.. Emang gak semua, tapi kebanyakan kalau konvoi2 bgitu jalanan dah serasa kayak punya nenek moyangnya..

  3. Dimana semangat korsa yang dibanggakan sama pak tentara waktu kemaren bakar Polsek..padahal cuman gara-gara berita bohong. Ini ada rekaman viral temannya sesama prajurit diinjak-injak kok diem aja. Ayo pak tentara tunjukkan sama mereka yang arogan itu..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here