ARIPITSTOP.COM – Dorna memutuskan untuk tetap menggelar balapan MotoGP di musim 2020 dengan protokol yang ketat agar para pembalap, kru serta semua orang yang ada di dalam sirkuit tidak terjangkit virus Corona. Terjangkit virus Corona saat balapan maka peluang juara dunia bisa sirna, seperti yang ditakutkan oleh Quartararo yang saat ini sedang memuncaki klasemen sementara pembalap.

Tetap nekat menggelar balapan, Dorna sudah menerapkan aturan sangat ketat demi menghindari ajang MotoGP terhindar COVID-19. Masing-masing tim juga punya ketentuan tegas buat staff dan pembalapnya. Sebenarnya ada banyak protokol yang harus disepakati dan dijalankan seluruh tim. Tanpa kecuali mereka yang tak terlibat langsung dengan kejuaraan, seperti pekerja media, sponsor, kru di sirkuit, sampai urusan di luar balapan itu sendiri.

Tim-tim diminta untuk membuat semacam pengelompokan kerja, sehingga interaksi antara orang dari unit dan divisi yang berbeda bisa diminimalkan. Sehingga jika ada satu orang ternyata positif COVID-19, penyebarannya akan bisa langsung dilacak dan dibatasi. Termasuk juga aturan di luar sirkuit. Seluruh pembalap dan kru dilarang pergi ke bar atau tempat makan umum. Setiap selesai beraktivitas di sirkuit malam hari, mereka semua diwajibkan kembali ke hotel, makan, tidur, lalu bangun di pagi hari dan langsung kembali ke lintasan. Seluruh orang yang akan datang ke sikuit wajib melakukan tes PCR paling tidak 48 jam sebelum kedatangan.

Akan tetapi fakta berbicara lain, sudah ada beberapa kru dan pembalap yang positif terken Covid-19 hingga akhirnya pembalap harus mengisolasi diri dan tidak bisa ikut balapan. Ketika balapan yang berlangsung di Barcelona dan Misano, banyak orang yang melanggar. Dua lokasi tersebut menjadi markas buat banyak tim dan juga pembalap. Beberapa kru dan pebalap pulang ke rumahnya usai menuntaskan pekerjaan di sirkuit. Dan pada akhirnya paddock tidak bisa bersih dari virus. Salah satu pembalap terkena dampaknya, Jorge Martin dari Moto2 sempat positif COVID-19. Staff Dorna dan kru tim LCR juga sempat positif.

“Saya sedikit takut (dengan virus COVID) dan tertekan karena (pebalap F1, Sergio) Perez terjangkit dan absen beberapa seri. Saya sangat serius dengan hal ini – kita harus benar-benar waspada dan tak mengambil risiko,” ucap Fabio Quartararo dikutip dari MotorSport.

Sebenarnya tim Petronas Yamaha SRT juga menerapkan aturan khusus buat pembalapnya. Selain diminta rajin cuci tangan, Quartararo dilarang clubbing.

“Kami tidak menekan pebalap soal hal ini, kami hanya bilang ke mereka untuk mencuci tangan dan jangan pergi clubbing. Saya bisa bilang kalau Fabio Quartararo dan Franky (Morbidelli) jauh lebih aman dibanding dari apa yang kami harapkan ke mereka, karena mereka berdua takut melewatkan kesempatan di musim ini,” ucap manajer tim Petronas Yamaha SRT, Wilco Zeelenberg.

Bayangkan saja balapan menyisakan 6 seri lagi san saat ini Quartararo sedang berada di puncak klasemen, jika kehilangan poin akibat terpapar virus Corona maka kesempatan meraih gelar juara dunia bisa ambiaaaar.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here