ARIPITSTOP.COM – Resmi lepas dari Ducati, saat ini Dovizioso belum mendapatkan kepastian karirnya untuk musim 2021, bahkan meski menjadi juara dunia 2020, Dovi tetap mau hengkang dari Ducati. Sebelum lepas dari Ducati, KTM dan Dovizioso sempat berbicara empat mata namun sayangnya saat itu tidak mendapatkan kesepakatan, keduanya belah pihak akhirnya mengatakan penyesalan. Hal ini dinyatakan oleh manajer pribadi Dovizioso, Simone Battistella, dan Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer, kepada Sky Sport.

Dovizioso memang dikabarkan melakukan negosiasi serius dengan KTM, menyusul resmi bergabungnya Jack Miller ke Ducati Team dan kabar bahwa Pol Espargaro bertekad hengkang ke Repsol Honda. Meski begitu, kesepakatan batal diraih karena KTM mengambil langkah lain.

KTM justru menggaet Miguel Oliveira untuk ditandemkan dengan Brad Binder di tim pabrikan. Di lain sisi, tandem Dovizioso saat ini, Petrucci diminta mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Oliveira di Red Bull KTM Tech 3.

Hal ini sempat banyak yang berspekulasi jika Dovizioso tetap bertahan di Ducati, namun faktanya salah. Dovizioso melalui managernya mengumumkan kepergian Dovizioso dari Ducati mulai akhir musim 2020.

Mendengar kabar ini, Beirer meyakini jika pihaknya telah melewatkan kesempatan emas menggaet seorang tiga kali runner up MotoGP dan pembalap yang sangat berpengalaman. “Situasi ini sungguh menyakitkan, karena Dovi merupakan pembalap sekaligus teman yang sangat baik. Kami sempat bicara dua bulan lalu,” ujar Beirer.

Battistella selaku manager Dovizioso juga melempar komentar senada dengan Bos KTM. “Seharusnya kedua belah pihak lebih fleksibel. Tapi saya rasa ini kesalahan dari kedua belah pihak. Waktu itu, tak satu pun orang tahu cara menghadapi Covid-19, dan kami tak tahu apakah kami bakal balapan tahun ini. Jadi tak ada kelonggaran dari kedua pihak, hingga gagal mencapai kata sepakat,” ujar Battistella.

“Ini menyakitkan, seperti kata Pit, karena seharusnya kami bisa dapat sepakat. Tapi situasi kala itu memang berbeda dari sekarang. Soal finansial, Andrea setuju-setuju saja. Dalam negosiasi, kami tak pernah berkata, ‘turuti mau kami atau kami tak terima tawaran’. KTM ingin segera ambil keputusan, padahal mereka bisa menunggu,” tutupnya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here