ARIPITSTOP.COM – Imbas dari dilarangnya mudik oleh Pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona ternyata memicu aksi tindakan anarkis, bahkan tak segan-segan sampai anaknya sendiri menjadi pelampiasan. Seorang Ibu di Purwakarta tega membacok kepala anaknya sendiri karena dilarang mudik.

Kasus penganiayaan terjadi di Kabupaten Purwakarta. Seorang ibu bernama Toni (60) tega membacok anak kandungnya sendiri gegara dilarang mudik. Awalnya anaknya tidak mengijinkan ibunya untuk melakukan perjalanan mudik karena memang dilarang oleh Pemerintah, namun tidak disangka ketika anaknya terlelap tidur kepala dibacok menggunakan golok.

Kronologi :

  • Pelaku meminta pulang kampung ke Jember, namun anak korban melarang mudik karena adanya larangan dari pemerintah terkait wabah virus Corona.
  • Pada hari Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 02.00 WIB, korban bernama Sugiono (45) sedang tidur di ruang tengah rumah. Sementara itu pelaku keluar kamar dan langsung mengambil golok di dapur.
  • Tak berselang lama pelaku menyabetkan golok ke kepala korban sebanyak dua kali, setelah korban menyemburkan darah di kepala, pelaku kabur keluar rumah sambil membawa golok tersebut. Pelaku diamankan warga setempat untuk kemudian diamankan polisi
  • Sementara menurut pengakuan pelaku, ia meminta pulang karena merasa kasihan suaminya tinggal seorang diri di Jember.
  • Sedangkan berdasarkan keterangan korban, ia merasa kasihan karena ibunya tidak ada yang ngurus. Dia juga dikucilkan oleh tetangga di kampungnya.

Kini pelaku diamankan di Mapolsek Cempaka untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

sumber : detik.com

Advertisements

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here