ARIPITSTOP.COM – Dibatalkannya balapan MotoGP seri pembuka di Qatar dan Thailand pastinya ada pihak2 yang dirugikan dan juga yang diuntungkan, terlebih bagi para pembalap yang masih melakukan recovery cidera seperti Marquez, bagi pembalap yang sudah siap berlaga pastinya kecewa dengan keputusan ini meski demi kebaikan bersama.

MotoGP Qatar 2020 secara resmi dibatalkan dan untuk seri Thailand ditunda menunggu jadwal baru yang kemungkinan akan digelar di seri2 akhir musim 2020. Keputusan itu diumumkan melalui akun media sosial MotoGP pada Senin (2/3/2020).

Larangan kedatangan yang diberlakukan Qatar untuk orang yang datang atau baru singgah dari Italia dan negara lain yang terkena wabah virus corona menjadi alasannya.

Semua penumpang pesawat yang datang langsung dari Italia atau pernah berada di Italia dalam dua minggu terakhir harus menjalani karantina selama 14 hari. Kondisi ini sangat tidak memungkinan bagi tim dan para kru karena justru sebagian besar kru MotoGP berasal dari Italia dan beberapa pembalap seperti Rossi juga berasal dari Italia.

Batalnya dua seri perdana membuat masa persiapan tim sudah tentu lebih panjang, termasuk dalam homologasi mesin baru dan aerodinamika. Situasi ini menguntungkan bagi tim yang tidak mendapat status konsesi. Mesin baru yang mereka akan pakai untuk musim 2020 baru akan disegel pada 2 April sebelum GP Americas itupun dengan catatan jika kembali jadwal balapan seri ketiga di Amerika tidak ditunda.

Honda salah satunya. Sebagai satu-satunya pabrikan yang mendapat hasil tak memuaskan dalam tes, mereka memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan perbaikan. Marc Marquez dan Cal Crutchlow bisa saja bergabung dengan test-rider Honda Stefan Bradl yang rencananya akan melakoni tes privat di Jerez pada Maret ini.

Belum lagi Marquez belum pulih 100% dari cideranya setelah menjalani serangkaian proses operasi. Takaaki Nakagami yang juga mengalami cedera bahu tak perlu lagi khawatir balapan menggunakan obat penahan rasa sakit seperti saat tes pramusim.

Tak ketinggalan Miguel Oliveira (KTM Tech3). Oliveira masih berusaha menemukan kembali kekuatannya setelah absen pada tiga seri terakhir musim lalu akibat cedera.

Ada lagi yaitu Iannone yang masih tersandung kasus obat terlarang yang masuk ke tubuhnya. Iannone masih harus menunggu hasil sidang putusan apakah dirinya masih bisa membalap atau terkena hukuman.

Lalu apa komentar Yamaha atas kejadian ini?, Yamaha menerima keputusan dibatalkannya kedua seri pembuka karena memang sulit jika tetap dilakukan, terlebih kru dari Yamaha juga banyak dari Italia.

“Situasi ini terbilang unik dan sulit, dalam berbagai aspek. Tentu saja, kami semua sangat kecewa karena tak bisa balapan pada akhir pekan ini, padahal itu adalah hal yang paling kami suka,” ucap Meregalli, dilansir dari Crash.

“Kami juga meminta maaf kepada para fans karena harus lebih bersabar lagi sebelum kami benar-benar bisa memulai balapan MotoGP 2020.”

“Namun, sayangnya, dengan kondisi seperti saat ini, FIM, IRTA, dan Dorna tidak punya pilihan. Jika mereka tetap menyelenggarakan balapan MotoGP Qatar, maka sebagian besar anggota tim kami, bahkan seluruh paddock, tidak akan bisa datang. Hal ini akan menimbulkan masalah-masalah baru, mulai dari logistik, kekurangan staf, sampai pembalap yang tak bisa ikut lomba,” kata Meregalli lagi.

“Kehilangan dua seri balap pertama MotoGP 2020 memang bukan hal yang diidamkan, tetapi kita semua bisa sepakat bahwa kesehatan dan keselamatan selalu menjadi yang pertama. Sebagai tim, kami menghormati keputusan-keputusan itu dan berharap bisa segera beraksi,” kata Meregalli menambahkan.

Advertisements

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here