ARIPITSTOP.COM – Jonathan Rea buka suara perihal Kawasaki yang ingin terjun ke MotoGP menggunakan motor produksi massal. Kawasaki sebelumnya memberikan statement jika turun balap di MotoGP ikut sulit karena butuh biaya yang besar sekali, saat ini Kawasaki sukses di WSBK danbterus bertahan karena biaya balap di WSBK jauh lebih murah dibandingkan MotoGP. Namun ternyata, Kawasaki pernah mengajukan untuk ikut balap meski pakai fasilitas wildcard menggunakan Ninja ZX-10RR, tapi ditolak oleh Dorna.

Dorna mengkonfirmasi jika Kawasaki pernah mengajukan wildcard untuk menurunkan Ninja ZX-10RR di balapan MotoGP. CEO Dorna Sports selaku promotor MotoGP, Carmelo Ezpeleta, secara mengejutkan menyebut Kawasaki, pabrikan yang mundur total dari MotoGP pada akhir 2009, sempat meminta turun balapan sebagai wildcard tahun ini. Hal itu ia sampaikan kepada GPOne.

“Baru-baru ini Kawasaki bertanya soal kemungkinan turun sebagai wildcard dengan motor superbike. Saya bilang ‘tidak’, karena wildcard hanya untuk para peserta MotoGP. Saya suka bicara apa adanya. Saya rasa ini bukan satu-satunya solusi, tapi ini jelas yang terbaik untuk kami,” tutupnya.

Lalu bagaimana dengan Jonathan Rea selaku pembalap Kawasaki yang sukses berlaga di WSBK dan yang kemungkinan besar yang akan menggeber Ninja X-10RR jika Kawasaki diijinkan balapan di MotoGP. Lima kali juara dunia WSBK ini mengaku tak memungkiri sempat punya impian untuk turun di MotoGP, namun juga tak terlalu sedih hal ini tak terwujud. Rea diketahui hanya pernah dua kali balapan di MotoGP, yakni pada 2012 di Aragon dan Misano, saat ia membela Repsol Honda untuk menggantikan Casey Stoner yang cedera.

“Saya punya kesempatan balapan di MotoGP dengan salah satu motor terbaik dan saya merasa beruntung. Tapi di luar itu, saya tak pernah menerima tawaran serius dari salah satu tim. Saya sendiri puas dengan karier dan gelar yang saya raih. Dalam usia 33 tahun, saya tak yakin akan pindah ke MotoGP, karena sudah terlambat,” ungkapnya.

Meski begitu, Rea berandai-andai jika dirinya ada di MotoGP, Rea pun mengaku bahwa rekan setim impiannya adalah rider Repsol Honda, Marc Marquez.

“Saya bisa bilang Marc, karena punya tandem seperti dia bisa membuat saya memahami caranya berkendara sangat cepat. Ia punya talenta hebat dan merupakan pebalap yang luar biasa. Saya sangat menghormatinya, baik secara profesional maupun secara pribadi,” pungkasnya

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here