ARIPITSTOP.COM – Honda secara global baru saja mengumumkan kesuksesannya di ranah otomotif roda dua, tahun 2019 ini telah menembus produksi motor mencapai 400 juta unit semenjak perusahaan ini didirikan pertama kali di Jepang tahun 1948 silam. Dan di tahun fiskal 2019, Honda mampu memproduksi hingga 20 juta unit motor, Indonesia menempati urutan kedua dalam jumlah produksi motr Honda sedunia.

Sejak didirikan, Honda terus mengembangkan dan memproduksi produk yang memenuhi banyak dan beragam kebutuhan audiens globalnya berdasarkan pada keyakinan bahwa ‘tujuan teknologi adalah untuk membantu orang‘. Prinsip ini membuat Honda mencapai tonggak 100 juta unit pada 1997, tonggak 300 juta unit pada 2014, dan hari ini, tonggak 400 juta unit.

Honda didirikan pada tahun 1948 Silam. Produksi massal sepeda motor di pabrik pertamanya di luar Jepang dimulai di Belgia pada tahun 1963. Sejak itu, Honda telah memperluas produksi globalnya sesuai dengan prinsip dasar pembuatan sepeda motor secara lokal untuk memasok permintaan, dengan 35 fasilitas produksi di 25 negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika.

Di tahun fiskal 2018-2019 melihat Honda melampaui produksi global tahunan sebesar 20 juta unit untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. Dalam tahun fiskal periode April 2018 sampai Maret 2019, Honda berhasil memproduksi 20 juta sepeda motor. Berdasarkan angka yang dibagikan Honda melalui siaran pers resminya, produksi global motor Honda pada periode tersebut tembus 20,81 juta unit.

India menjadi negara dengan produksi motor Honda terbanyak di dunia. Honda di negara itu telah dibikin sebanyak 5,88 juta unit, atau 28,2% dari total produksi Honda secara global.

Indonesia menempati posisi kedua dengan produksi motor Honda terbanyak di dunia. Honda di Indonesia telah memproduksi 5,16 juta unit motor pada periode tahun fiskal April 2018 sampai Maret 2019. Indonesia menyumbang 24,8% dari total produksi global Honda.

negara yang memproduksi motor Honda terbanyak ketiga adalah Vietnam dengan 2,76 juta unit (13,3%). sementara Thailand 1,68 juta unit (8,1%) dan China 1,5 juta unit (7,2%). Sisanya, negara-negara di Asia lainnya menyumbang produksi 2,17 juta unit, Amerika Selatan 1,05 juta unit (5%) dan negara-negara lainnya 620.000 unit (3%).

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here