ARIPITSTOP.COM – Selama ini pemberitaan menarik di MotoGP adalah soal kepindahan pembalap dari tim satu ke tim lain, ternyata kepindahan personil tim justru lebih panas ketimbang membicarakan kepindahan pembalap ke tim lain. Mekanik adalah otak dari awal kesuksesan suatu tim bahkan menentukan nasib para pembalap, tanpa mekanik yang handal mustahil akan tercipta motor yang sesuai keinginan pembalap.

Tak pelak jika tim2 di MotoGP ternyata justru lebih panas ketika para mekanik pindah ke tim lain, pembalap pindah ke tim lain lebih berbahaya ketika mekanik yang pindah ke tim lain, kenapa ? yup… resiko rahasia bocor lebih besar karena mekanik bisa menjabarkan secara detail apa yang ada di motor lawan.

Inilah yang sedang dihadapi oleh Ducati, satu mekanik mereka di bajak oleh Yamaha. Tak pelak sang bos langsung marah besar, Gigi Dall’Igna dikabarkan marah karena salah satu mekanik utamanya di bagian elektronik telah menandatangani kontrak dengan Yamaha mulai tahun 2020.

Dilansir dari motorsportmagazine.com, mekanik tersebut adalah Marco Frigerio, Teknisi elektronik yang saat ini menangani Jack Miller di Pramac Ducati dengan Ducati Desmosedici GP19. Seperti yang sudah kita ketahui kalau Yamaha sampai saat ini belum bisa memecahkan permasalahan mereka setelah ECU dan Shoftware di MotoGP harus menggunakan Magneti Marelli.

Betapa susahnya Yamaha memecahkan kode2 di Magneti Marelli sehingga penampilan Rossi dan Vinales hingga saat ini belum bisa stabil. Ducati dan Honda sudah berhasil memecahkan apa yang ada di otak ECU dan Shoftware Magneti Marelli dengan cara mengambil mekanik langsung yang pernah bekerja di Magneti Marelli. Dan kini Yamaha membajak mekanik Ducati, akankah musim depan Marco Frigerio akan langsung bisa memecahkan permasalahan yang ada di M1 ?.

Ducati untuk kedua kalinya ingin membajak Marquez

Masih soal bajak membajak, Marquez terus menjadi batu sandungan bagi Ducati sejak kembali terlibat dalam perebutan gelar juara MotoGP selama tiga musim terakhir. Dovizioso tidak bisa berkutik terlebih di musim 2019 ini dirinya tidak bisa mengulangi kesuksesan ketika dapat menempel terus aksi dari Marquez seperti musim 2018.

Wajar jika Ducati diisukan ingin menggunakan jasa Marquez untuk bisa menyembuhkan dahaga mereka setelah era Stoner. Lebih-lebih, setelah Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, mengaku sudah merencanakannya sejak lama.

“Pada akhir tahun 2015, atau awal tahun 2016, Ducati mengevaluasi beberapa kemungkinan,” ujar Cibatti dalam interviu dengan Corriere dello Sport yang dilansir dari Tuttomotoriweb.

“Kami juga mempertimbangkan dia [Marquez], namun saat itu tidak memungkinkan,” sambung Ciabatti.

Menurut Ciabatti, kini Ducati bisa memiliki dana yang bisa untuk mendatangkan Marquez ke Ducati.

“Menurut pemikiran pribadi saya, [gaji Marquez] tentunya lebih dari 10 juta euro [Rp155 miliar], tetapi hanya Honda dan Marquez yang tahu soal itu,” ucap Ciabatti.

Advertisements

3 KOMENTAR

  1. Kalau menurut saya itu bisa aja terjadi,tetapi tidak waktu dekat ini..untuk sekarang mm fokus aja dulu kejar championship mba oci & rekor2 baru di honda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here