ARIPITSTOP.COM – Hari pertama Honda Adventure Days 2019 (HAD) dimeriahkan oleh pemilik Honda CRF150L, CRF250 Rally, CRF1000L Africa Twin dan CB500X serta tidak ketinggalan blogger, vlogger dan media yang ikut meramaikan acara HAD 2019 yang berangsung di Semarang dan Yogyakarta. Berbeda dengan sistem HAD pertama kalinya tahun 2018, kali ini para peserta HAD harus pintar2 baca Road Book layaknya Rally sehingga kita harus benar teliti dan jeli membaca petunjuk arah jalan dan jarak tempuh, sekali salah baca, ada dua pilihan yaitu nyasar yang menggembirakan di dalam Hutan, atau nyasar yang menyesatkan masuk ke jalan raya. Kok gitu ?, inikan namanya Adventure pakai motor Trail, apa pantes masuk jalan raya ?, wkwkwkwkwkk… inilah asik dan uniknya Honda Adventure Days 2019.

Satu hari sebelum start, para peserta diberikan petunjuk cara membaca Road Book yang digunakan dalam HAD 2019, kita diberikan garis besar jalur yang akan dilewati yaitu hari pertama start dari Astra Motor Semarang menuju Brown Canyon di Tembalang lalu menuju tempat istirahat di Rawa Pening Ambarawa kemudian finish di bukit Grendeng Magelang dan berakhir di salah satu Hotel di Magelang.

Dalam touring ini kita tidak dikawal melainkan dilepas sendiri2, terserah mau jalan sendiri atau secara berkelompok yang penting harus sampai tujuan finish. Jadi jangan heran kalau di hari pertama ini saya dan rombongan Tmcblog, Iwb, Jodiemotovlog dan satu orang media justru mampir ke warung Soto, wkwkwkwkwkk…. asli kocak…

Sebelumnya di pagi hari semua peserta wajib melakukan registrasi Aplikasi Way Point ( Road Book ). Namun ternyata Waypoint hadir Harus digeser geser secara Manual, tidak otomatis ketika terjadi perubahan posisi dari pembacaaan GPS misalnya, sebenarnya mudah tapi agak jlimet. Jadi para peserta harus harus pintar nyocokin antara petunjuk arah di Road Book dengan Odometer atau Trip Meter. Dan jika sesuai Road Book maka perjalanan Honda Adventure Days 2019 ini 60% adalah jalan non aspal. Dalam Road Book ini kita diberikan dua rute yang berbeda yaitu jalur untuk CRF150L dengan penuh tantangan di tengah sawah dan hutan dan jalur kedua adalah jalur Big Bike yang memang lebih ringan jalurnya.

Hari pertama, Sabtu 23/02/2019 rombongan start dari Astra Motor Semarang konvoi menuju Brown Canyon Tembalang Semarang. Setelah semua berkumpul dan sedikit mencicipi jalur bebatuan dan sedikit tanah keramik, semua peserta dilepas menuju Wisata Apung di Ambarawa yang merupakan tempat istirahat alias makan siang. Dari sinilah titik NOL dimulai, semua peserta wajib membuka Road Book di aplikasi yang sudah terdaftar di HP masing2.

Perjalanan awal dimulai, di daerah Tembalang ini kita disajikan jalanan berbatu dan sedikit becek. Sempat bingung baca Road Book karena memang baru awal start akhirnya ketemu juga di rute yang benar, disini para blogger dan vlogger masih kompak jadi satu rombongan.

Masuk hutan karet dan tidak lama kemudian melewati kampung, hingga akhirnya pada Road Book kita disuruh masuk jalan aspal. Cukup lumayan jauh berada di jalanan Aspal, hingga entah kenapa saya menoleh ke belakang hanya Saya dan mas Iwan saja yang tersisa di depan, yang lainnya entah kemana, hingga akhirnya sampai diatas tanjakan disitu ada Road Book mengarahkan kita untuk masuk ke area sawah dan perkebunan, sempat pikir2, ragu dan terbayang ketika selepas dari Brown Canyon tadi sudah mendapatkan rute yang cukup menguras tenaga belum lagi entah seperti apa rute di depannya lagi nanti, akhirnya saya dan mas iwan memilih jalur untuk Big Bike, heeeem… pilih yang ringan2 dulu, wkwkwkwkk…

gas poool kedepan lagi hingga sempat hampir kesasar sudah terlanjur lurus padahal harus belok kekiri, disinilah kalau ragu lebih baik berhenti dan baca petunjuk rute dengan baik. Entah di daerah mana yang pasti selepas dari Bron Canyon sekitar jam 9 pagi, di HP menunjukkan sudah jam 10, lagi2 kita dihadapkan dengan dua pilihan yang runyam, masuk area kebun karet dengan kontur jalan bebatuan campur tanah yang licin2 dan becek, sempat mencoba tidka lebih dari 200 meter Saya dan mas Iwan menyerah putar balik, gara2 ban belakang saya spin di tempat g gerak. Begitu mau putar balik, ternyata muncul Irfan Pertamax7 yang ternyata sebelumnya melewati jalur CRF150L, dia langsung berteriak tobaaaaat… kesusahan melewati jalur tersebut yang akhirnya justru dia memutuskan untuk bergabung dengan kita kembali melewati jalur Big Bike.

Di Etape pertama sebelum makan siang ini kita lebih banyak melewati jalur Big Bike yang tentunya lebih banyak jalan aspalnya, sampai di daerah kecamatan Bergas atau Babadan yang belakang, ada petugas yang mengarahkan untuk lurus terus, disini saya sempat ragu, pakah betul yang ditunjukkan tersebut merupakan rute untuk HAD 2019 ini, karena saya berfikir kalau ini diteruskan akan menuju ke jalan Raya Bawen – Semarang. Lach… ternyata benar saja kita masuk di Karang Jati, yo wes tanpa pikir panjang, saya yang paling depan langsung menuju ke Bawen. Smapai di pertigaan Bawen kita mencari info dimana lokasi kita istirahat atau finish etape pertama yang ternyata di Rawa Apung. Tidak butuh lama, tepat jam 11 siang rombongan saya yang terdiri dari mas Iwan dan Pertamax7 merupakan rombongan yang pertama sampai finish, wwkkwkwkwkw… benar2 rute yang menyesatkan ini, tapi meringankan… hehehehe… salah baca Road Book, di Etape pertama ini justru menyesatkan yang menggembirakan, huahahahahahaaaa…

bersambung… Part 2 nanti kehujanan kedinginan blusukan ke warung soto.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here