ARIPITSTOP.COM  – Yamaha saat ini diyakini sedang mengalami siklus MotoGP, dimana ada saatnya tim sedang terpuruk dan ada kalanya tim sedang mendominasi, hal ini seperti yang dikatakan oleh Lorenzo kalau MotoGP seperti halnya tim di Sepakbola, misalnya Real Madrid dan Barcelona yang bergantian mendominasi dunia sepakbola di Spanyol.

Lorenzo meyakink bahwa kondisi Yamaha saat ini hanya berlangsung sementara saja. Lorenzo bergabung dengan Yamaha sejak tahun 2008 dan meraih title juara dunia sebanyak tiga kali. Musim 2016 menjadi musim terakhirnya di Yamaha sebelum digantikan oleh Vinaes.

Namun pasca masuknya Vinales justru Yamaha semakin terpuruk, sempat bagus diawal musim namun catatan podium sejak Valentino Rossi berjaya di Assen, Juni 2017, Yamaha sudah 23 kali puasa kemenangan. Atas ketidakpastian kondisi saat ini, merupakan rekor puasa kemenangan Yamaha di MotoGP, memecahkan rekor 22 balapan antara tahun 1996 hingga 1998.

“Saya pikir MotoGP sedikit sama seperti sepakbola, di mana ada siklus yang terjadi. Barcelona, atau Real Madrid dapat memiliki tiga atau empat tahun-tahun sulit, dan cepat atau lambat mereka akan kembali,” papar Lorenzo.

“Yamaha memiliki sejarah untuk bangkit, dan saya pikir cepat atau lambat mereka akan tiba.” tambah Lorenzo.

Ketika disinggung apakah ia melihat tanda-tanda penurunan Yamaha telah muncul pada musim terakhirnya di Yamaha, Lorenzo menjawab: “2016 adalah tahun sulit, karena kami memulai dengan kuat pada elektronik, kemudian Honda membaik sedikit demi sedikit, dan mereka mengejar kami.

“Kami sedikit inkonsisten ketika balapan, tapi kami sangat kuat pada beberapa balapan. Saya menang empat kali, tapi jelas kami lebih kuat pada 2015.

“Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, ini adalah siklus, dan mereka akan kembali cepat atau lambat.” pungkas Lorenzo.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here