ARIPITSTOP.COM – Sebelumnya sudah saya beritakan jika di bulan Agustus 2018 ternyata tidak ada media yang mempublish data penjualan motor yang biasanya diberikan oleh pihak AISI. Informasi yang beredar jika pihak KPPU menyarankan agar pihak pabrikan tidak memberikan datanya kepada Aosiasi dalam hal ini GAIKINDO dan AISI. Lalu bagaimana jika justru sebenarnya pihak pabrikanlah yang tidak mau memberikan data penjualan tersebut ke pihak Asosiasi ???.

Sebelumnya kita simak lagi pernyataan dari pihak KPPU. KPPU meminta Agen Pemegang Merek (APM) otomotif tidak lagi mengumpulkan data penjualan ke asosiasi (GAIKINDO & AISI). Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan data penjualan hanya boleh diberikan ke pemerintah.

“Data-data mengenai penjualan, produksi, itu sangat penting bagi persaingan. Itu data-data yang bersifat rahasia sebenarnya,” ujarnya di kantor KPPU, Selasa (10/7/2018).

“Kalau [data dikumpulkan] asosiasi takutnya nanti disebar, jadi ketahuan market masing-masing dan itu bisa jadi kolusi. Itu potensi terjadinya pelanggaran persaingan usaha cukup besar,” jelasnya.

Dari pernyataan diatas justru saya merasa ada yang aneh, kenapa dinyatakan bisa berpotensi terjadinya pelanggaran persaingan usaha, apakah yang dimaksud itu seperti kejadian kartel yang sempat membelenggu Yamaha dan Honda ?, tidak tahu bro… namun disini saya akan sedikit memberikan opini saya.


Dari pernyataan tersebut yang menyebutkan terjadi persaingan usaha, memang betul sekali… tetapi, tanpa adanya data penjualanpun tetap akan ada persaingan usaha kok… nggak mungkin suatu perusahaan tidak akan ada persaingan usaha karena justru hal ini yang menjadi faktor sebuah perusahaan tersebut membuat strategi marketing yang jitu agar produknya lebih diminati atau laku. Data penjualan justru sebagai alat ukur sampai dimana perusahaan tersebut berkembang, darimana kita bisa tahu sampai mana level persaingan marketing dengan kompetitor.

Lalu bagaimana jika justru ada perusahaan yang tidak mau menyerahkan data penjualannya ke Asosiasi ?, apakah mereka merasa tertekan akibat tidak bisa mengembangkan strategi marketingnya, apakah sudah buntu akibat seluruh jurus2 andalan dikeluarkan namun tidak juga bisa menambahkan angka penjualannya alias target selalu lolos.

Disinilah justru saya beropini kalau alasan KPPU tersebut bukan alasan yang tepat namun mungkin justru sebenarnya ada pabrikan yang protes keberatan data penjualan selalu dipublish setiap bulannya. Sebagai masyarakat atau konsumen pun pasti ingin mengetahui perkembangan marketing kendaraan roda ataupun roda empat di tanah air, dari mana tahunya?, ya pastinya dari data penjualan…

Advertisements

30 KOMENTAR

  1. mungkin ada pabrikan yang jenuh dengan penggiringan “opini “bahwa yang ms nya bagus adalah produk yg teebaik ditambah para fansboy yang selalu bertindak sbg sales bayangan .

  2. “Sebagai masyarakat atau konsumen pun pasti ingin mengetahui perkembangan marketing kendaraan” Masyarakat/konsumen macam apa kang yang ingin tau perkembangan “MARKETING” kendaraan ??

    coba tanya sama pengguna kendaraan roda 2 di kantor abang , paling yang jawab 2/10 orang yang ingin tau perkembangan “Marketing kendaraan” Sisanya cuman pingin tahu motor apa yang bagus murah + bisa awet di pake bajret (Ancur-ancuran) .

    walaupun memang ada masyarakat yang pingin tau perkembangan marketing tapi sebarapa banyak ( masyarakat/konsumen tulen atau cuman sales) ?? dan apabila paragraf terkahir mengatakan ada pabrikan cengeng yang koalisi dengan KPPU apa sebanding dengan “Masyarakat” yang belum tentu banyak ini ???

    • Jika sanpean jeli,sampean pst akan tau artikel² blogger yang paling rame di baca itu saat artikel mempublis market share,berita itu paling rame tiap bulannya di banding berita lain..
      Dari situ sudah sangat jelas sebagian pembaca suka dengan artikel yang berbau market share,perlu sampean tau jg, bahkan berita market share luar negeripun mampu menyedot banyak pembaca,..
      Kl sampean tanya masyarakat macam apa yg ingin tau market share berarti sampean salah satu orang yg paling benci kl ada berita market share,entahlah mungkin sampean merasa di rugikan dengan adanya berita itu?
      Oya sekalian memperjelas artikelnya lek Ari, bahwa benar salah satu pabrikan keberatan dengan publikasi market share.. Bahwa benar pabrikan itu mengaku merasa di rugikan atas di publikasikannya data penjualannya, Tidak perlu aku perjelas yah seperti apa kronologinya dan pabrikan mana..

      • Jujur saja saya juga tipe Masyarakat yang doyan liat MS Roda 2 dan Roda 4 ( kalo ga doyan ngapain saya nongol di artiken ini ) dan lagi menurut saya

        “Mayoritas yang liat data MS saya rasa orangnya pun itu-itu aja, mungkin selalu bertambah tapi tidak terlalu signifikan . Yang notabene sudah punya kendaraan tapi belum tentu mau nambah kendaraan”.

        tapi balik lagi ke “Statement” saya apa jumlah orang yang Demen mantengin MS sebanding dengan Konsumen yang tidak terlalu mengerti tentang marketing ??? Jujur saja awal pertama saya beli motor batangpun saya ga tau apa-apa tentang data MS. dan makanya saya bilang coba tanya temen kantor/tetangga sampean dia beli motor apa liat dari data MS ?? paling yang jawab 2/10 nga akan lebih .

        kalo ditanya “Terus kenapa data AISI ini tibi-tiba tidak di publikasikan kepublic?” kalo menurut opini saya pribadi ini mutlak adanya campur tangan pemerintah dimana Data MS roda 2 itu paling banyak Angka Distibusinya yang “Mungkin” memakai banyak SDM untuk sampai proses publikasi ke masyarakat . disni sepertinya pemerintah mencoba memotong subsidi dari data AISI ini untuk langkah Pengembangan/Proyek-proyek yang sedang di buat . tapi opini saya mungkin besar juga bisa salah karna “Saya tidak tau bagaimana proses data Distribusi dari Pabrik ke Publik”

  3. Entah ya kalo orang lain. Tp ane pribadi ngga pernah peduli sih sm data distribusi/sales/whatsoever lah itu. Lbh penting baca review motor, sneak peek, atau hal hal teknis nya. Toh kalo udh beli motor A, terus apa iya setiap bulan mesti pantau penjualan motor A tsb? Dan unfaedah juga sih kalo emang ada yg begitu. Hehe.

  4. Kl bgini justru ada potensi kebohongan dari pihak pabrikan, yg katanya telah medistribusikan segini ternyata segini. Konsumen jg taunya produk itu laris warawiri padahal produk sebelah lebih laris dipasarluar. Konsumen kesulitan mengetahui kualitas produk. imho

  5. publisitas data penjualan menguntungkan pabrikan besar. digunakan sebagai alat kampanye penjualan.
    sebaliknya merugikan pabrikan kecil. seolah-olah produknya gak laku karena jelek padahal belum tentu. itu hanyalah efek dari data penjualan yg membentuk image pasar.
    setiap ada pendatang baru, maka akan ditekan melalui kampanye negatif di media2 dan media sosial menggunakan alat: data penjualan

  6. Yang butuh data penjualan….ya pasti penjual dan ” YANG TERHUBUNG DENGANNYA “. Siapa yg terhubung dengannya ?
    .
    Kebanyakan pembeli….ora ngurus dengan data penjualan…..wkwkwkwkwk….membeli barang ( dlm hal ini motor ) hanya butuh atau pengin itu aja…..wkwkwkwk…bodo amat dg data penjualan,,,,,wkwkwkwk….

  7. Konsumen yang mana yang peduli sama ma? Coba tanya keluarga kamu lek… pembeli mah ga perlu begitu an ada produk baru bagus dan mampu untuk di pinang langsung aikatga perlu nanya ma nya berapa peraen berapa persen… Penggiat media barang kali yang perlu data market share heheheh kalau blogger ga kreatif ya begini nunggu muntahan ide orang…

    • Meskipun jarang yg nanya, tp gimana bisa kita tahu apakah motor A diterima konsumen lokal, mana yg lebih laku di pasar ekspor dan ujungnya konsumen kudu melek juga perkembangan motor

  8. Kalau g ada data penjualan bagaimana kita bisa tahu perkembangan otomotif di indonesia???
    Hanya pabrikan yg suka minderan baperan kalau memang g mau kasih datanya

    • “Perkembangan Otomotif” atau “Perkembangan Trend Otomotif” atau “Perkembangan Data Marketing Otomotif” ?

      Perkembangan itu sudah pasti terlihat dari Kendaraan yang sudah mengaspal di tanah air dan bisa dilihat dari Speksifikasinya contohnya “2tak–>4tak–>Elektrik,Rem tromol–>rem Cakram,Karbu –> Injeksi,2klep-4klep,SOHC–>DOHC,dll. Kalo judulnya Perkembangan “Trend Otomotif” saya baru setuju tidak akan banyak komen . Kalo gini kesanya Montir-montir kawakan yang ngerti mesin itu di anggap apa kalo perkembangan Otomotif cuman berpatokan pada angka jualan ???

  9. Iya bener krn ente tak peduli sm perkembangan otomotif, taunya cuma beli, apa yg sering dilihat di jalanan diikutin tanpa melek informasi agar tahu kualitas produk yg ente bli

  10. Peluru baru nih bagi pasukan komentator bayaran pemegang ms untuk lakukan bc dan penggiringan opini yg ditujukan untuk rivalnya
    Untuk kali ini artikel anda terlalu tendensius lek. Hati hati yg ada malah jadi bahan bakar. Selama gx ada fakta jangan dibuang diruang publik. Digodog dulu sampe bener bener matang.

  11. lucu juga jika ada yg mengaitkan data penjualan dengan kualitas kendaraan. klo review kn masih tetap. apa iya karena ms bagus trus kualitasnya juga bagus???? buat apa ms, klo buyer mau beli motor kn tinggal test drive, baca review, dll. setahuku ms leader adalah yang pling laris sparepartnya, dlm arti gampang rusak dan kualitas?…… you know lah

  12. pada dasarnya kalau mau bicara blak blakan, ada apa gak data AISI/ Gaikindo, yang terlaris udah ketauan…

    cuma palingan kalau gada data, komentator/ pengamat jadi seneng berasumsi, ah lakunya segini ah larisnya segini, ah merek A yang terbanyak ah merek B paling laris.. wkwkkwkw… jadi debat pepesan kosong karena gada data tapi aman 😀

    http://kobayogas.com/2018/08/24/adu-top-speed-honda-vario-150-vs-yamaha-aerox-tipe-r-beda-tipis/

    http://kobayogas.com/2018/08/23/seru-test-drag-race-cbr250rr-vs-ninja-250-vs-r25-versi-young-machine/

  13. Kamu belum tau kebusukan-kebusukan petinggi salah satu pabrikan motor, kamu tidak tau permainan kotor mereka,kamu tidak tau kalau mereka-mereka petinggi salah satu pabrikan menernak blogger ecek-ecek hanya untuk di tugaskan menjatuhkan blogger-blogger lainnya,beruntung blogger-blogger lain tetap tidak menaruh dendam dan menyebar screnshoot isi chat salah satu petinggi itu dengan blogger yang di ternaknya,screnshoot itu sudah menyebar di kalangan komunitas dan blogger,. Kamu tidak tau kan kalau yg jadi target untuk di jatuhkan siapa? Mas taufik,iwanbanran, kobayogas and the geng,indobiker dan aripitstop,.
    Aku yakin kalau kamu tau isi chatingannya kamu pasti akan muak sama petinggi itu.

  14. Mas ari@ seandainya salah satu pabrikan tetap mengumbar data penjualannya langsung ke media gimana? Mnrt mas Ari apa akan tetap di salahkan oleh kppu? Secara cuma satu pabrikan yang ngeshare data nya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here