ARIPITSTOP.COM – Valentino Rossi pertama kali turun di kelas premium tahun 2000 silam, artinya sudah 19 tahun dirinya balapan di kelas paling wahid ini. Gelar tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009) sudah direngkuhnya. Rossi yang kini berusia 39 tahun tersebut telah mengoleksi 232 podium, yang 115 di antaranya merupakan kemenangan. Ini belum ditambah 65 pole dan 95 catatan waktu balap tercepat.

Pertama kali naik kelas premium tahun 2000, kemudian Rossi mampu memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc bersama Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga dengan Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan mempertahankannya pada tahun 2009 dan 2010, Rossi kemudian pindah ke Ducati pada tahun 2011 setelah terjadi ketegangan dengan Lorenzo. Namun, saat di Ducati justru sedikit mengalami kemunduran dalam hal performa dalam lintasan yang memaksanya kembali ke Yamaha pada tahun 2013 sampai sekarang.

“Salah satu perbedaan terbesar dibanding 15 tahun lalu adalah, kini para rider sangat berdekatan di sesi latihan. Dibanding 15 tahun lalu, level profesionalisme di olahraga ini meningkat tajam. Kini, tim dan rider harus bekerja sampai detail terkecil. Anda harus belajar, memahami tikungan demi tikungan, pengereman demi pengereman,” ujarnya kepada Crash.net.

Rossi pun mengakui, menambah koleksinya semakin sulit setiap tahunnya. Terlebih para pembalap sekarang sudah jauh dari profesional.

“Lima belas tahun lalu, rasanya lebih romantis! Setiap berkendara, Anda langsung nyaman. Sekarang tak lagi sama, Anda harus bekerja lebih keras. Mungkin sekarang agak membosankan! Saya rasa inilah salah satu perbedaan terbesar, namun bagus untuk persaingan,” ungkapnya.

Advertisements

12 KOMENTAR

  1. Rossi semakin lama semakin cepat kok.
    Laptimenya meningkat terus tiap tahun.
    Dia tdklah melambat. Cuma saat ini ada pembalap lain yg bisa lebih cepat lagi.

    Pertanyaannya: dia udah sampai pada limitnya blm?

    Dia tetap py rekor yg gak akan ada yg nyamain.
    Gp500,1000, 800.

    Lebih baik berhenti saat masih py nama harum

  2. sekarang terlalu banyak elektronik komputer di motor. lama-lama nanti seperti F1, skill gak penting lagi. asal punya motor hebat pasti menang

  3. Kayanya vale udah habis, udah tinggal mengenang masa2nya di balap sampe kontrak habis..
    Perpanjang kontrak kemarin juga terlalu gegabah, tapi let see, semoga vale menikmati sampe pensiun 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here