ARIPITSTOP.COM – Lorenzo bisa dibilang adalah pembalap terakhir yang gagal total bersama Ducati, seorang juara dunia yang tidak bisa menaklukkan mesin desmosedici dan karirnya diambang keterpurukan jika tidak mengambil keputusan yang tepat untuk musim 2019 nanti. Namun ternyata bukan hanya Lorenzo saja yang gagal total ketika bergabung dengan Ducati, banyak pembalap papan atas karirnya berantakan gagal menaklukkan motor Desmosedici.

Jika melihat sejarahnya Ducati bergabung di balapan MotoGP sejak 2003, masa2 keemasan itu hanya ada ketika Casey Stoner berhasil persembahkan gelar juara dunia dan selebihnya adalah lebih banyak kegagalan dibandingkan keberhasilannnya. Sejatinya motor Ducati adalah motor yang kencang terutama di trek lurus namun justru menjadi motor yang paling susah dikendalikan.

Dua pembalap yang pertama digaet untuk menggeber Desmosedici tahun 2003 silam adalah Loris Capirossi dan Troy Bayliss. Debut mereka cukup mengesankan karena Capirex, julukan Capirossi, berhasil naik podium ketiga, di Sirkuit Suzuka, Jepang. Sisa musim tersebut berlanjut di jalur yang benar dan pebalap Italia itu mencicipi kemenangan perdana di Catalunya. Capirossi menyudahi musim itu di peringkat keempat, dengan total enam kali naik podium. Adapun Bayliss berada di urutan keenam. dan dominasi kedua pembalap ini dipertahankan hingga musim 2004. Hanya Capirossi yang bertahan 5 musim hingga 2007, karena di musim 2005 pembalap kedua diganti oleh Carlos Checa lalu diganti oleh Sete Gibernau di musim 2006. Dan dari Gibernau inilah pembalap papan atas mengalami kesulitan ketika bergabung dengan Ducati.

1.Sete Gibernau

Ketika membela tim Gresini Racing, Sete Gibernau pernah menjadi runner up MotoGP pada musim 2003 dan 2004.  Pada musim terkahirnya di Gresini Racing, Gibernau hanya mengakhiri musim di peringkat tujuh, namun masih bisa meraih empat podium. Gibernau hanya bertahan satu tahun di Ducati dan mengakhiri musim kompetisi 2006 di peringkat ke-13.

Pada musim selanjutnya dia digantikan oleh Casey Stoner. Ini menjadi musim tersukses bagi tim asal Italia tesebut. Stoner sukses jadi juara dunia. Keberhasilan Stoner tak lepas dari bantuan ban Bridgestone yang performanya lebih baik dibanding Michelin yang saat itu dipakai oleh Honda dan Yamaha. Total, Stoner naik podium sebanyak 13 kali, 10 di antaranya jadi juara.

2. Marco Melandri

Jika Stoner berhasil menaklukkan Desmosedici, hasil itu sangat berbanding terbalik dengan rekan satu timnya yaitu Marco Melandri. Melandri pernah menjadi penantang gelar Valentino Rossi saat memberla tim Honda Gresini Racing pada musim 2005. Selama di Honda Gresini Racing, pebalap berkebangsaan Italia itu selalu mengakhiri musim di posisi lima besar.

Pembalap Italia tersebut mengalami krisis akut sejak tes pramusim di Valencia. Masalah Melandri berlanjut sepanjang musim. Imbasnya, dia hanya mampu finis di peringkat ke-17 dengan 51 poin gara-gara gagal menaklukkan dan mengendalikan Desmosedici.

3. Nicky Hayden

Setelah Melandri hanya bertahan satu musim saja, akhirnya posisinya digantikan oleh Nicky Hayden. Pembalap Amerika Serikat ini bertahan hingga 5 musim namun sama seperti pembalap sebelumnya, karirnya tidak bisa cemerlang di pabrikan asal Italia ini.

Nicky Hayden datang ke tim Ducati dengan status pemegang satu gelar juara dunia MotoGP yang diraih pada 2006. Namun selama lima musim di Ducati, pria Amerika Serikat itu lebih banyak merasakan kesedihan daripada keberhasilan. Secara berturut-turut dia hanya finis di klasemen akhir urutan ke-13, 7, 8, 9, dan 9, selama lima musim di tim Italia tersebut.

4. Valentino Rossi

Casey Stoner secara mengejutkan mengambil keputusan pensiun dari dunia balap di tahun 2010 dan posisinya digantikan oleh Rossi. Saat itu The Doctor digadang2 akan bisa mempersembahkan gelar juara dunia bersama Ducati karena sama2 berasal dari Italia, namun yang ada justru Rossi semakin terpuruk selama dua musim bergabung.

Kehebatan Rossi seolah menguap ketika menunggangi Desmosedici. Pria Italia itu harus mendapati kenyataan finis ke-6 pada musim 2011 dan musim selanjutnya melorot ke urutan ke-7. Total, Rossi hanya tiga kali naik podium. Dia pun tanpa ragu menolak perpanjangan kontrak dari Ducati meskipun disodori cek kosong yang angkanya boleh diisi sesuka hati. Rossi dengan cepat menyadari tak akan pernah bisa sukses bersama Ducati.

5. Jorge Lorenzo

Boleh dibilang akibat sifat dari M1 dengan Desmosedici yang jauh berbeda sehingga jika pembalap Yamaha pindah ke Ducati maka akan terjadi kegagalan. Setelah Rossi gagal total di Ducati, keterpurukan selanjutnya menimpa Lorenzo yang di musim pertamanya hanya mampu tiga kali podium dan memasuki musim keduanya bersama Ducati di tahun 2018 ini justru terlihat semakin terpuruk.

Dengan bayaran tinggi yang diberikan Ducati pada Lorenzo tidak sebanding dengan hasil yang didapat, kemungkinan besar musim 2018 adalah musim terakhir Lorenzo bersama Ducati.

Advertisements

7 KOMENTAR

  1. Motor aneh.. tapi malah bisa jadi ajang pembuktian seorang pembalap..g iso menaklukkan desmosedici g keren…ha..ha ..

  2. om kayaknya ada yg salah deh dr artikel. Stoner pensiun di akhir musim 2012 bukan 2010. Stoner di repsol honda 2 musim (2011-2012).

  3. Dan Hohe pun tak disodori perpanjangan kontrak sama sekali oleh Tim Bologna…masih beruntung Pakde Oci disodori perpanjangan kontrak oleh Ducati tapi dia nya malah menolak mentah2 dan memilih kembali keYamaha. Tapi yoo eling Pakde, wayahe pensiun kowe…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here