image description

ARIPITSTOP.COM – Kedatangan satu unit All New PCX 150 alias PCX lokal yang sudah resmi diproduksi oleh AHM sendiri, nggak butuh lama buat saya untuk menggali apa yang bisa saya dapatkan di motor All New PCX 150, begitu datang bermodalkan STCK yang hanya berlaku satu bulan di area lingkup kawasan Polda Metro Jaya, langsung digeber gas pol rempol… hiahahahaha…

Hari pertama si Wakijem datang, motor langsung saya bawa lumayan lah menempuh jarak sekitar 120km pulang-pergi, awalnya memang agak grogi dengan tombol saklar sebelah kiri namun harus dibiasakan. Motor ini sebenarnya sudah pernah saya test ride singkat di Kemayoran pada saat sesi peluncuran namun tentunya tidak sebebas ketika motor ini sudah di rumah dan bisa mereview menggali lebih dalam lagi. Kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman ketika dua hari bersama wakijem, di hari pertama ridng dari Jonggol menuju Pulogadung dapat sekitar 120km, kemudian di hari kedua tak kalah jauhnya dari Jonggol menuju Bintaro dengan jarak sekitar 140km pulang pergi.

Dua hari bersama wakijem ini ternyata saya selalu bergantian posisi riding terutama ketika sudah satu jam duduk diatas jok PCX lokal ini, pertama kali melihat jok dan merasakannya memang jok ini nyaman buat bokong kita dengan desain yang memang dibuat senyaman mungkin, lekukannya itu loch, aduhai banget…

Ada tiga riding position yang saya dapatkan pada si wakijem ini, awalnya sich di hari pertama hanya memakai dua riding position yang memang menjadi standar dari PCX lokal ini. Namun di hari kedua riding yang lumayan jauh ternyata riding position yang ketiga menjadi salah satu solusi mengisi kebosanan. Berikut tiga riding position tersebut : perlu diingat tinggi saya 173cm dengan bobot 71kg (alhamdulilah turun 2kg, lagi program diet tapi makanan apa saja masuk).

1.Posisi duduk yang satu ini tentunya sudah menjadi standar banget untuk semua motor matic terutama motor matic yang terpisah dengan dek tengah. Kaki yang hampir menekuk 90 derajat dan kondisi tangan tetap nyaman. Ketika riding dengan posisi seperti ini, posisi badan terasa nyantai tidak terlalu tegak ataupun menunduk, posisi ini memang posisi yang sudah lazim di semua motor matic, namun saya akui untuk riding position si wakijem ini tetap nyaman banget. Bisa dilihat posisi tangan yang tidak terlalu menekuk dan tangan sangat nyaman mengendalikan motor.

Posisi riding seperti ini banyak dipakai ketika riding jarak dekat atau tidak terlalu jauh.

2.Riding Position yang kedua ini buat biker yang suka selonjoran dan bisa jadi solusi biker yang memiliki tubuh tinggi bahkan diatas 180cm mungkin sangat cocok dengan posisi selonjoran.

Bagi saya yang punya tinggi 173cm ternyata memang cocok juga terlebih jika riding, bisa dilihat posisi kaki yang tidak terlalu lurus masih agak sedikit ada tekukan sehingga tumpuan kaki tidak cepat pegal. Posisi badan juga masih tetap tegap, posisi kaki selonjoran ini memang memanjakan banget dech, cocok buat riding jarak menengah bahkan touring sehingga kaki tidak mudah capek. Posisi tangan juga tidak ada perubahan seperti pada riding position yang pertama karena yang berubah pergerakan hanya posisi tumpuan kakinya saja.

3.Nach ini riding position yang ketiga, posisi ini memang tidak direkomendasikan oleh AHM bisa dilihat dari buku panduan pemilik atau brosur2 All New PCX 150, karena sesungguhnya penggunaan footstep belakang hanya digunakan untuk boncenger.

Namun ternyata posisi ini justru menjadi solusi buat kita yang riding jauh, bosen dengan kedua posisi kaki yang sudah disarankan. Kaki kita bertumpu pada footstep belakang sehingga posisi badan sedikit banget agak maju dan posisi tangan agak sedikit menekuk, namun posisi ini tetap ok dan nyaman buat riding, namun saya tekankan bahwa riding position seperti ini tidak cocok untuk melewati jalan yang macet atau penuh hambatan karena kaki kita tidak bisa refleks dengan cepat mendarat di aspal.

Posisi yang ketiga ini saya bilang sich posisi bandel ya, wkwkwkkwk… bukan alay lach… karena ini hanya mengisi kebosanan ketika riding riding jarak jauh saja.

Yap, itulah pengalaman riding saya bersama wakijem, mungkin ada yang mau menambahkan terutama para owner PCX 150…

Advertisements

17 KOMENTAR

  1. setelah saya prakteken di spacy masalah tombol saklar sein dan klason.
    dana berbekal ilmu ergonomiyg didapet, didapet kesimpulan.

    fungsi saklar sein lebih vital dari salar klakson dari sisi behavior di jalan raya.
    fungsi sein sebagai penanda buat kita dan pihak lain dlm hal berkendara. pemberitho kode dibelakang dan di depan.
    klason hanya penanda di depan kita saja

    maka diletakkan posisi saklar sein di bawah sakalr klason, dgn dasar ergonomi :

    posisi jempol pada saat memegang stang, itu berada di plg bawah.

    -posisi jempol lebih mudah menjangkau saklar sein dibawah daripada diatas klakson.

    lebih sigap dalam mengerakkan saklar di bawah, dan jempol bisa standby di posisi saklar sein

  2. perubahan posisi saklar,

    sdh pasti melalui test ergomoni, dan hasil evaluasi langsung.

    dan uji ergonomi itu langsung dipraktekan dan diukur, dgn ukuran tangan org yg ukurannya beda beda.

    dlm hal ini diambil ukuran tangan/jempol yg plg kecil, untuk mendesain posisi tepatnya tomblo saklar sein yg ada di bagian bawah saklar klakson.

    dan ini pasti hasil dari suatu permasalahan yg ada kemudian dikembangkn.

  3. yg dipraktekan yg punya warung itu juga praktek lab ergonomi.

    dan itu pasti sdh dilakukan pabrikan dlm hal rancangbangun ergonomi motor.

    dan selonjoran kaki diambil ukuran plg panjang rata rata org ina.

  4. Kalau saya lihat skutik adalah kenyamanan dan N Max mempunyai kemenangan yang tidak dmiliki oleh kompetitornya walau udah full fitur yaitu ergonomi riding position dimana kaki bisa sepenuhnya selonjoran. lihat saja dijalan betapa nikamatnya pengemudi menaruh kaki walau ada boncengan sekalipun kalau pcx lokal miriplah sama yang cbu posisi naruh kaki masih terbatas.
    Ditambah jok N MAX yang terbukti empuk enak dipake touring jarak jauhh kalau jok pcx lokal menurut om kobay keras buat perkotaan ok lah

  5. yup, dan desain forza 2018 sdh menghilangkan punuk di fairing bawah depan yg agak menganggu itu,walu secara tampilan bagus.

  6. Klo selonjoran enak nmax kliatan e.
    Blom nyoba pcx.
    Males tuka tuku.
    Motor wis ky hepong skrang ini.
    Ambrol celengan babi ku lek melui

  7. Pake pcx pantesnya pake jas berdasi yah. Untuk mengimbangi style lux pcx. Daripada safety gear riding. wkwkkw…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here