image description

ARIPITSTOP.COM – Marc VDS sudah sejak akhir tahun 2017 lalu mengungkapkan kekecewannya dengan Honda, bos Marc VDS sempat berbicara jika timnya seperti di anak tirikan oleh Honda terlebih setelah pembaapnya dibiarkan bergabung tim satelit Ducati.

Perihal berganti pabrikan bukan hal baru bagi Marc VDS. Desember lalu, Bartholemy pernah mempertimbangkan untuk menggunakan motor berbeda, karena merasa timnya seperti dianaktirikan Honda.

“Suzuki salah satu pabrikann yang sedang kami ajak bicara. Tahun lalu ketika Honda menawari kami motor 2017, pada saat itu mereka hanya ingin menandatangani kontrak satu tahun,” tutur Bartholemy.

“Mungkin kami sedikit kecewa, karena hanya satu tahun. Kami ingin mendapat dukungan lebih dari perusahaan. Sekarang, segala sesuatunya berubah untuk kami dan juga mereka (Honda). Saya rasa, kami adalah salah satu tim satelit terbaik yang (berstatus) bebas dari 2019 sampai 2021. Kita lihat saja nanti. Targetnya memiliki rekan selama tiga tahun ke depan dan tidak hanya tanda tangan selama satu tahun. Mari kita lihat siapa yang bisa meyakinkan untuk masa depan kami.” pungkat bos Marc VDS.

Namun kini Bartholemy justru mengungkapkan jika timnya lebih dekat dengan Yamaha mengingat dia memiliki pembalap didikan dari VR46. Disisi lain juga keputusan Suzuki untuk merekrut tim satelit dinilai lambat oleh Bos Marc VDS sehingga kini lebih fokus ke Yamaha. Juara dunia Moto2 2017 dan rookie MotoGP, Franco Morbidelli, berpotensi memfasilitasi negosiasi di masa depan. Mengingat pembalap muda Italia itu bagian dari VR46 Riders Academy.

“Belum ada kesepakatan. Belum ada yang kami capai. Tapi kami telah bicara dengan Yamaha dan Honda pada hari Minggu (18/3) usai sesi pemanasan di Qatar. Sejak itu, kami sudah dapat semua tawaran. Kami akan mempertimbangkannya dan ambil keputusan pada akhir bulan depan,” ujar Bartholemy.

Advertisements

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here