image description

ARIPITSTOP.COM – Seiring dengan kemajuna jaman, tak pelak kini banyak para pengguna jalan yang memanfaatkan teknologi GPS untuk menentukan jalan agar sampai lokasi tujuan. Apalagi buat para pengendara yang belum hafal atau tidak tahu dengan alamat yang dituju maka GPS menjadi salah satu alat jitu agar bisa sampai lokasi dengan benar.

Namun kini kita harus berhati2 dalam penggunaan GPS, selain membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain karena pemakaian GPS yang salah juga kini dihadapkan dengan sanksi tilang.

Penggunaan GPS memang tidak boleh sembarangan, kita harus tetap fokus pada kondisi jalan, jika tidak maka bisa mengakibatkan kecelakaan. Terutama para pengojek online yang sering memakai fitur ini diduga sering kurang fokus akibat melihat GPS sambil naik motor atau mobil. Bagaimana yang aman memakai GPS?, tentunya meminggirkan kendaraan terlebih dulu lalu berhenti dan membuka GPS atau jika tetap ingin berjalan maka GPS dibuka oleh pembonceng atau penumpang.

Dilansir dari detik.com, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagara menegaskan pihaknya akan menilang para pengemudi ojek online (online) yang kerap kali membuka GPS atau pu HP saat berkendara. Menurut Halim, aktivitas itu melanggar aturan dalam berkendara.

“Penggunaan GPS atau HP itu dilarang, sudah ada ketentuannya dalam pasal 106. Kami akan tilang,” kata Halim saat menghadiri acara launching sistem penerbitan izin aplikasi online di Pintu Masuk CFD, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018).

Menurut Halim menggunakan telepon genggam (HP) saat berkendara dapat mengganggu konsentrasi. Hal ini sesuai dengan UU Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106. Adapun isi Pasal 106 Ayat 1 adalah:

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sedangkan sanksi terhadap pelanggar akan dikenai hukuman penjara tiga bulan atau denda sebesar Rp 750 ribu. Hal ini tercatat dalam Pasal 283 yang menyebutkan:

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Advertisements

16 KOMENTAR

  1. aturan aturan yang sejatinya membikin sensasi, tujuan ny itu hanya untuk menutupi masalah besar yang d hadirkan penguasa, biar energi rakyat terserap utk kebijakan2 tidak perlu dan menyusahkan mayoritas rakyat

  2. yg menganggu konsentrasi itu, bukan mendengar musik,menggunakan gps,mendengar radio nya.
    tapi menyetel/mengatur/mengutak-atik benda tersebut saat sedang mengemudi yg menyebabkan arah mata tidak lagi kejalan dan tangan tidak lagi di setir kemudi.

  3. Peraturan konyol, undang2 di Indonesia itu memang kaku dan ngambang. Akhirnya nanti dimanfaatkan petugas yg katanya “oknum” buat isi dompet pribadi

  4. kalo yg udeh taraf mengganggu keselamatan, macam pengemudi yg mendadak dangdut belok kiri ato kanan gegara liat GPS mah ya wajar di tilang, cuman klo yg masih wajar penggunaannya dan tidak mengganggu keselamatan di jalanan mah ane fikir sah-sah aja pakai GPS

    di eropa aja GPS itu fitur standar mayoritas produk mobil loh
    #ehsotoyyakguweh

  5. klo menghambat ojol seh kagak, cmn warning buat perusahaan ojol mbok ya pekerjanya itu diperhatikan, kasih safety riding coz mereka seharian dijalan resiko kecelakaan besar, yg bikin aturan seh pingin enaknya aj seh, instan daripada ribet ndadak ngasih pelatihan penggunaan GPS yg bener, buat aturan aj pakai GPS dilarang, tgl kata pakai ini artinya apa, apakah memainkan GPS (ngetik, nyari posisi/alamat) or pakai itu melihat GPS, yah paling gak emang harus ad edukasi karena motor gak seperti mobil, mobil kabin masih bs denger suara dr GPS jd gak perlu sering liat GPS, klo motor gak bakalan kedengeran tuh suara navigasinya, kecuali terintegrasi dengan helmnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here