image description

ARIPITSTOP.COM – Para bikers Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Yamaha RX King, motor yang dikenal dengan motor jambret ini lahir pada tahun 1983. “Gagah”… itulah kesan pertama memandang RX-King. Bagian yang mempertegas kesan ini tampak terutama dari grafis pada tangki. RX-King adalah motor 2-TAK yang mengkombinasikan efisiensi bahan bakar hingga 15% berkat Yamaha Energy Induction System (YEIS), dan tenaga besar hingga 5.000 rpm dengan Yamaha Computerized Lubrication System. Pada tahun 1980an dulu, kehadiran RX-King dengan desain dan kemampuannya bagaikan hujan di musim kemarau. Hingga saat ini RX-King menjadi legenda yang menempati hati penggemar motor Indonesia.

Mengalami berbagai perombakan dan harus menyesuaikan regulasi yang berlaku, dan menjadi seri terakhir dari RX King yang sudah lolos EURO 2 dan pada akhirnya bulan februari 2009 motor ini resmi dihentikan produksinya oleh Yamaha Indonesia.

Namun ternyata seri RX dari Yamaha sudah lahir duluan di belahan Amerika, tepatnya di Brazil. Yamaha Brazil memperkenalkan RX 180 Custom yang sesuai namanya memiliki kapasitas yang lebih besar dari RX King di Indonesia. Yamaha RX 180 lahir pada tahun 1980 dengan gaya Custom, RX 180 Custom adalah motor terbesar dan terkuat yang diproduksi oleh Yamaha di Brasil antara tahun 1980 dan 1985. Gayanya adalah salinan model Amerika, dengan setang setinggi dan lebar.

Yamaha RX 180 memiliki kapasitas mesin 176,4 cc, piston 64,5mm X 54mm dengan mesin 2T, gearbox 5 kecepatan, Karburator memakai Mikuni aliran horizontal dengan venturi 24mm, system pengapian elektronik, menggunakan CDI Sumber pengisian baterai berasal dari magnet. Motor ini mampu mengeluarkan power hingga 17,6 HP @7.500 rpm
sedangkan torsi maksimal yang bisa dicapai 1,6 kgfm @6.500 rpm. Motor ini mampu mengail kecepata hingga 140 km/jam.

Performa yang bisa diraih RX 180 :

  • Akselerasi 0-40 km / jam : 3,12s 
  • Akselerasi 0-60 km / jam : 5,57s
  • Akselerasi 0-80 km / jam : 9,2s 
  • Akselerasi 0-100 km / h : 18,32s 
  • kecepatan 40-60 km / h : 7,5s 
  • kecepatan 40-80 km / h : 14,4s 
  • kecepatan 40-100 km / h : 24,56s 

Spesifikasi :

Mesin : Monocylid , 2-stroke , berpendingin udara , memiliki Induksi Torsi .
Silinder : di aluminium dengan jaket baja cenderung ke depan.
Pemindahan : total 176,4 cc 3 , piston berdiameter 64,5mm dengan diameter 54mm.
Rasio kompresi : 7: 1.
Karburator : Mikuni aliran horizontal dengan venturi 24mm.
Pengapian : Sistem pengapian elektronik, menggunakan CDI Sumber pengisian baterai berasal dari magnet. Sistem penggerak motor utama pedal.
Pelumasan: Injeksi langsung minyak 2 Kali di karburator dengan menggunakan pompa autolube. Crankcase oil berkapasitas 0,7 liter. Kapasitas tangki minyak 2 kali 1,5 liter.
Filter udara : Busa poliuretan basah dengan minyak 2-tak.

Transmisi 
Sistem reduksi primer : Dengan gigi.
Rasio reduksi utama : 74/19 (3,895).
Sistem reduksi sekunder : Dengan arus.
Rasio reduksi sekunder : 35/16 (2,188).
Kopling : Dilapisi dengan minyak.
Tipe Gearbox : Konstan gigi, 5 roda gigi di bagian depan.
Sistem operasi : Operasi dengan pedal kaki di sisi kiri.

Rasio transmisi:
1 (Pertama) : 2,833
2nd (Kedua) : 1,875
3rd (Third) : 1,368
4th (Keempat) : 1,091)
Kelima (Kelima) : 0,916

Dimensi dan bobot
Panjang keseluruhan : 1,905mm
Lebar keseluruhan : 865mm
Tinggi keseluruhan :
Roda 1.150mm : 1.270mm Tanggangan
bebas minimum : 175mm
Sudut kemiringan : 62 ° 30 ‘
Tingkat umpan : 95mm
Berat : Cairan (kering) 99 kg.
Radius putar minimum : 2.140mm

Ban
depan: 2,75 x 18 ‘; Tekanan 23 pound / Pol2.
Belakang: 3,00 x 18 ‘; Tekanan 28 pound / Pol2.

Suspensi
Depan: Telescopic Fork (Ceriani)
Belakang: swingarm segitiga

video raungan mesinnya, via hp klik disini

dihimpun dari berbagai sumber

Advertisements

9 KOMENTAR

  1. wuahahaha…ane aja pernah macul pake RD350 twin, sama double mikuni..seng ada lawan,,160 km/jam juozzz..minim premium yang masih 1000an seliter..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here