image description

ARIPITSTOP.COM – Perseteruan antar fansboy ternyata bukan hanya diantara para fansboy antar merk motor saja, di Indonesia yang merupakan salah satu basis fans MotoGP terbesar di dunia ternyata juga memiliki jejak yang kurang menyenangkan karena mereka bukan hanya saling membully di dunia maya namun sudah jauh menjamah ke dunia nyata.

Lebih parah dari para fansboy motor yang lebih senang adu argumen di dunia maya, namun ketika bertemu langsung di dunia nyata mereka fine2 saja bahkan saling berdiskusi perihal motor tunggangannya masing2, aneh ?, wajar karena memang beda argumen itu wajar dan lebih bagus memang yang berbeda pendapat ini saling ketemu bisa saling diskusi.

Tapi tenryata berbeda dengan fans antar pembalap MotoGP yang lebih terang2an di dunia nyata, seperti yang dialami oleh salah satu pendiri Lorenzo Lovers Indonesia. Dikutip dari CNN Indonesia disebutkan bahwa Rony mengaku punya kenangan pahit ketika mendukung langsung Lorenzo pada balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang. Rony mengaku sempat dibully pendukung Rossi.

“Kami di sana dibully fans 46 [nomor balap Rossi], karena kami di sana minoritas sekali. Kami disoraki, kami tak akrab sama fans 46 di manapun. Di media sosial juga berkelahi,” ujar Rony.

Perseteruan Rossi dengan Lorenzo terjadi akibat perebutan gelar juara dunia tahun 2015, disitu terjadi Sepang clash yang diduga Marquez sampai membantu Lorenzo agar menjadi juara dunia. Dan ternyata perseteruan itu merambah juga ke para fans masing2.

Apalagi kalau bicara soal balapan MotoGP di Sepang, sudah dua kali berturut2 saya nonton langsung di sirkuit Sepang dan memang luar biasa soal fans Rossi. Begitu tiba di Bandara KL saja banyak konter2 yang jualan atribut yang berhubungan dengan angka 46, apalagi kalau kita berkunjung di kota Kuala Lumpur, luar biasa memang disana para penjual aksesoris atau atribut didominasi serba Rossi 46, ada juga yang menjual atribut pembalap lainnya namun itu hanya sedikit sekali. ( bisa dilihat di artikel yang dulu pernah saya ulas, klik disini).

Begitu masuk di pintu utama sirkuit Sepang, jangan kaget kalau para penonton bisa dibilang hampir 70% memakai atribut Rossi. Super edan tenan… penonton di Sepang sangat didominasi pemakai atribut Rossi dan tak sedikit juga sich yang memakai atribut Marquez, untuk pembalap lain sedikit sekali… Padahal informasinya kalau sebagian besar penonton di Sepang itu berasal dari WNI.

Lalu bagaimana nantinya jika tahn 2019 balapan MotoGP berhasil dihelat di Indonesia dan Rossi masih perpanajng kontrak dengan Yamaha ?, apakah akan saling bully juga ?.

Advertisements

8 KOMENTAR

  1. Ngebully kalo idolanya (((masih))) berprestasi sih gak apa2. Kalo enggak? Hehehehe.

    Kalo alasannya “seenggaknya masih kompetitif” coba liat dulu Troy Corser dulu di WSBK sampe umur 49 dan Max Biaggi yg sempet juara wsbk di 42.

  2. @pengamat

    lah gak punya tv yak? liat prestasinya 3 tahun terakhir, runner up terus di kelas para alien, bukan prestasi tuh? tahun lalu jgn dilihat, gara2 maverick jadi rusak yamaha. kalo seorang runner up aja “tidak kompetitif”, yg di bawah dia apaan dong? pelengkap doang? dani, lorenzo, iannone, crutchlow, zarco, vinales dll cuma pelengkap bro? mereka mah boro2 runner up. haters rossi emang bener2 ya. benci gara2 diri lu enggak bisa seperti dia? haha sedih amat bro

  3. ya mungkin pada kebawa provokator..

    gw ngefans Rossi karena paling seru, ngefans Lorenzo karena paling konsisten, ngefans Pedrosa karena paling kalem menghanyutkan, ngefans Marc karena ketidaknormalannya, ngefans yang lain karena setiap pembalap punya kelebihan masing2..

    stop lah membully, kalau mendukung sih teruskan biar rame!! 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here