image description

ARIPITSTOP.COM – All New Honda CBR250RR asli buatan Indonesia ini sudah pernah dipamerkan bahkan kabarnya juga sudah dijua di Jepang namun untuk negara lain belum ada informasi. Motor ini menjadi andalan PT AHM untuk terjun di kelas sport 250cc. Akan tetapi ternyata CBR250RR belum bisa diterima di negara tetangga akibat standar regulasi yang lebih ketat.
instagram-aripitstop

Pihak Honda Malaysia mengatakan bahwa berat jika CBR250RR saat ini langsung didatangkan dari Indonesia karena belum berstandar Euro4, bisa masuk ke Malaysia namun harus melalui proses homologasi terlebih dahulu.

Seperti yang dilansir oleh paultan.org (2017/12/15), Nobuhide Nagata selaku CEO dari Boon Siew Honda (BSH), saat jumpa pers BSH di Sirkuit Internasional Sepang (SIC). Nagata menjelaskan bahwa Honda CBR250RR yang berdiri saat ini tidak memenuhi persyaratan Euro 4, dan motor sport yang banyak ditunggu ini hanya akan masuk ke Malaysia setelah melewati homologasi.

“Ini karena peraturan sertifikasi Malaysia sangat dekat dengan Euro 4, dan bagi kami untuk mengesahkan CBR250RR hanya untuk Malaysia akan sangat mahal,” kata Nagata. “Jadi, lebih baik kita menunggu CBR250RR melewati Eropa, kalau begitu kita bisa membawanya ke sini,” katanya.

Menjawab pertanyaan apakah akan dikonfirmasi jika CBR250RR akan dijual di Malaysia, Nagata mengatakan peluangnya bagus, tapi banyak akan tergantung pada harga akhir. “Kalau motornya terlalu mahal, maka akan sulit untuk menjual, kalau hanya dalam jumlah kecil,” kata Nagata.

Kalau CBR250RR masih euro3 untuk pasar lokal, lalu apakah R25 lokal sudah Euro4 ? ada yang tahu?, coz belum ada info ni… dan Ninja 250 2018 pasar lokal apakah sudah Euro4 ?.

Soal regulasi Euro4 ini sempat menimpa Yamaha R3 dimana Yamaha India menghentikan sementara import R3 dari Indonesia akibat pemerintah India menetapkan standar emisi minimal mencapai Bharat Stage (BS) IV, atau setara Euro IV untuk semua motor yang dijual per April tahun 2017.

Karena aturan ini banyak pabrikan dan dealer di India langsung menjual secara obral unit motor yang masih dibawah standar emisi gas buangnya. Pemerintah India menetapkan standar emisi minimal mencapai Bharat Stage (BS) IV, atau setara Euro IV untuk semua motor yang dijual per April tahun ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa Yamaha India mengimport motor R3 dari Yamaha Indonesia secara CKD, namun R3 asal indonesia masih memakai standar emisi BS III atau setara Euro III seperti yang berlaku di indonesia. Dilansir financialexpress (11/4/2017), untuk sementara Yamaha India menyetop dulu import YZF-R3 dari indonesia, jika R3 sudah memenuhi standar emisi Euro IV maka Yamaha India bakal kembali mengimport secara CKD.

Advertisements

18 KOMENTAR

  1. Kengerian itu telah datang
    Cebong 106rr belum setahun penjualan sudah nyungsepp Ngerii!!
    Cebong 106rr ngak lolos ekspor Ngerii!!
    Cebong 106rr baru 209km udah bocorr Ngerii!!
    Dua bengkel resmi angkat tangan Ngerii!!
    Belum balik modal dihajar old dan new Ninja, Ngerii!!
    Belum balik modal dihajarr X max 250 Ngerii!!
    Tahun depan dihajarr new R25 40Hp Semakin Ngerii!!

    Ninja250 lifetime 5,5 tahun
    R25 lifetime 3,5 tahun
    Cebong106rr lifetime belum setahun penjualan nyungsepp. Ngah ngah Ngah

  2. mungkin sama kasusnya dengan sekarang di Indonesia kang, jadi mototr 2Tak yg sudah berkeliaran di Malaysia itu yg sudah terhomologasi sebelumnya dan sudah mengantongi izin untuk dipasarkan disana.
    kalau kasusnya CBR250RR ini kan produk baru jadi harus ikut regulasi Homologasi yg baru.

  3. biasa lah, blog2 papan atas enggak mungkin membuat artikel tentang honda yang negative sedikitpun. mau TM* sekalipun, kalau IW* emang bener amplopan, sampe2 dibuatin artikel buat membela mesin sohc 2 klep mahakarya AH*

    • Dan di blog-blog tersebut diserbu beberapa komentator yang terorganisir komentarnya. Dengan tujuan menjatuhkan pihak-pihak tertentu.

      Dan tidak ada yang dibredel meskipun nickname dan komentarnya hatespeech, flamming dan menebar fitnah baik yang menyerang seseorang maupun kompetitor pabrikan yang dibela.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here