image description

ARIPITSTOP.COM – Marquez masih belia baru berumur 24 tahun namun sudah mengoleksi 6 kali juara dunia, satu kali di kelas 125cc, satu kali di Moto2 dan 4 kali di kelas MotoGP. Dia berpeluang menyamai rekor sembilan gelar dunia milik Rossi dalam usia 27 tahun pada tahun 2020 mendatang. Meski begitu, Marquez memilih tak terlalu memikirkan rekor ini.
instagram-aripitstop

“Saya tak pernah mematok target tertentu, saya tak pernah bertekad mematahkan rekor apapun. Saya ingin menikmatinya musim demi musim. Sudah jelas bahwa keinginan seluruh anggota tim kami adalah meraih gelar tiap tahun. Ada tahun-tahun di mana kami bisa meraihnya, ada pula yang tidak. Yang penting adalah mempertahankan motivasi,” ujarnya kepada Marca.

Saat ini Rossi menjadi pembalap yang punya rekor kemenangan terbanyak yakni 88 kemenangan. Rossi sudah menyalip pembalap senior yang juga banyak memegang rekor MotoGP yakni Giacomo Agostini dengan 68 kemenangan. Sedangkan total kemenangan Marc Marquez masih 35 yang menempatkannya di posisi ke-5. Jika Marquez konsisten maka hanya dalam tiga musim rekor itu bisa disalip.

“Saya masih 24 tahun. Seperti yang dikatakan Luis Aragones (eks pelatih Atletico Madrid), yang penting adalah ‘menang, menang dan menang lagi’. Semua atlet berkompetisi jelas untuk menang. Kami selalu akan mencoba tampil kompetitif. Intinya adalah motivasi. Mengapa Anda berlatih? Karena Anda harus jadi yang terbaik,” tutupnya.

Advertisements

4 KOMENTAR

  1. Marc Marquez 2013: seri terakhir GP Valencia, masih sangat muda, 20 tahun, mampu menunjukkan kedewasaannya dengan tidak ‘terprovokasi’ Jorge Lorenzo, sang juara bertahan, yang kala itu bersaing untuk World Championship.
    Marc Marquez 2014: dominasi (hampir) total dengan 13 kemenangan, 10 di antaranya berturut-turut dari seri pembuka.
    Marc Marquez 2015: menang psywar lawan Valentino Rossi yang kala itu bersaing World Championship lawan Jorge Lorenzo. Rossi melakukan serangan psikologis pascaGP Australia, Marquez menunjukkan perlawanannya, satu tendangan (gerakan kaki) di Sepang Clash mengonfirmasi kekalahan Rossi, dari dia sendiri. Rossi vs Marquez di 2015, siapa pemenangnya? Marquez! Ia, Marquez, memang hanya peringkat 3 di klasemen akhir, kalah dari Rossi yang peringkat 2. Tapi, Rossi adalah pihak yang kalah lebih banyak, ia bersaing demi World Championship, tapi gara-gara tantangan psywar-nya ke Marquez yang ternyata disambut Marquez dengan cerdas, membuatnya kehilangan kesempatan meraih gelar ke-10, menyisakan gelar People Champion.
    Marc Marquez 2016: dengan banyaknya perubahan peraturan yang sangat mendasar, Marquez menunjukkan kemampuan adaptasinya sekaligus, lagi-lagi, kedewasaannya selama musim bergulir.
    Marc Marquez 2017: terpuruk di awal musim, tapi mampu bangkit perlahan-lahan, menunjukkan mentalitas yang senantiasa optimistis, tidak pernah mengeluarkan statemen yang ofensif, bahkan ketika ia harus DNF karena engine blow di tengah-tengah persaingan ketat menuju babak akhir World Championship. Menutup musim dengan sensasional, melakukan sejumlah unbelievable saves, menciptakan istilah ‘Marquez’s Style’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here