image description

ARIPITSTOP.COM – Dovizioso bisa menjadi juara beruntun dua kali di Sepang, namun kemenangannya kali ini justru membuat dirinya sedih sebab dia menyesali apa yang sudah terjadi sebelumnya di Australia dimana dia hanya mampu finish di urutan ke-13 dan banyak kehilangan poin.
instagram-aripitstop

Tertinggal 21 poin dari Marquez membuat dirinya harus kerja ekstra keras dan membutuhkan keajaiban untuk dirinya menjadi juara dunia 2017. Melihat fakta tersebut, Dovizioso mengungkapkan kekesalannya dengan hasil buruk di Phillip Island, ketika ia finis ke-13, kehilangan posisi dari Scott Redding dan Dani Pedrosa di garis finis.

“Saya sangat kesal dengan [hasil di] Phillip Island. Saya tidak merasa sangat senang dengan kemenangan ini seperti kemenangan lainnya karena kami kuat. Tapi jika Anda lihat di kejuaraan, [kami] tertinggal jauh. Apa yang terjadi di Phillip Island, pastinya saya mampu mencetak poin lebih baik, jika saya tidak membuat kesalahan pada lap kedua. Tapi Ducati tidak di sana. Tidak ada [pembalap Ducati] yang cepat. Jadi, inilah kenyataannya. Jika kami tidak cepat itu berarti kenyataan, dan Anda tidak dapat mengubah kenyataan.” ungkap Dovizioso kepada motorsport.

Meskipun tidak menjadi juara dunia di tahun ini, Dovizioso tampil bagus bahkan bisa mangalahkan penampilan duo pembalap dari Yamaha yang keduanya dijagokan untuk menjadi juara dunia namun hasilnya jauh dari perkiraan sedangkan Dovizioso yang tak diunggulkan justru membuat kejutan dan perebutam gelar juara dunia dipaksa sampai akhir seri balapan musim 2017 di Valencia.

Advertisements

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here