image description

Pelaku diketahui seorang ustadz bernama Muhammad Supriadi bin Uladi (25), kelahiran Cirebon, 23 Agustus 1992. Dia adalah seorang ustadz di Ponpes Ibnu Mas’ud yang terletak di Tamansar Bogor. Pelaku dengan sengaja membakar umbul2 merah putih yang diberikan oleh pihak kecamatan untuk dipasang di Ponpes tersebut dalam rangka menyambut hari raya kemerdekaan Indonesia ke -72 namun justru umbul-umbul dibakar.
instagram-aripitstop

Tersangka mengaku membakar umbul-umbul karena benci ke NKRI. “Adapun motif pelaku bahwa kebencian terhadap NKRI dan menganggap umbul-umbul merah putih 17-an tersebut sebagai representasi negara yang dijadikan sasaran pelampiasan,” ujar Kapolresta Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada detikcom, Jumat (18/8/2017).

Pembakaran itu terjadi pada Rabu (16/8) lalu di sebuah rumah kosong yang berada di samping Ponpes Ibnu Mas’ud di Jl Jami RT 02/04 Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan penyelidikan, Polres Bogor mengamankan MS yang merupakan pengajar di ponpes tersebut.

“Tersangka dijerat Pasal 66 jo pasal 24 huruf a UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu kebangsaan Dan atau pasal 406 KUHP dan atau 187 KUHP,” sambungnya.

Dan berikut bunyi pasal 66 :

Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Disaat pemerintah dan lemabaga lainnya mendengungkan cinta NKRI justru dinodai oleh hal2 seperti ini yang justru bisa memperkeruh suasana. Negara, lambang negara dihormati untuk melihat nilai2 perjuangan para pahlawan yang sudah berjuang membuat Indonesia merdeka, bukan berarti menghormati itu sebuah penyembahan, kalau sudah salah pengartiannya malah jadi ribet dech… seperti halnya kita menghormati orang tua kita sendiri yang sudah berjuang melahirkan membesarkan kita, bukan berarti kita menyembah orang tua kita.

sumber :

https://news.detik.com/berita/3604489/polisi-pembakar-umbul-umbul-di-bogor-anti-nkri

http://bogor.tribunnews.com/2017/08/18/oknum-pesantren-tersangka-pembakar-umbul-umbul-merah-putih-bupati-bogor-tagih-janji-ini

jabar.pojoksatu.id:http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2017/08/17/ini-foto-pelaku-pembakaran-merah-putih-di-ponpes-ibnu-masud-bogor-warga-usir-seluruh-santri/

Advertisements

9 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Roy Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here