pebalap-dikeroyok

Inilah fakta balapan di tanah air, masih saja ada kekerasan di dalamnya padahal bibit pebalap berasal dari balapan lokal namun justru dari awal pembibitan sudah adanya tindakan kekerasan antar lawan. Seperti yang dialami oleh Muhammad Rizki Kevin Dwiki Arighi (21) pebalap asal Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, babak belur usai mengikuti kejuaraan Road Race Championship 2016 di Stadion Joyokusumo Pati, Minggu (4/9/2016) lalu.

honda cengkareng

Pebalap ini dikeroyok oleh oknum polisi, crew serta orang tua pebalap lain. Kejadian pengeroyokan bermula ketika kevin sedang balapan dan terjadi gesekan atau senggolan terhadap pebalap lain, namun setelah balapan usai dan saat kevin sedang istirahat tiba2 didatangi oleh orang2 yang kemudian mengeroyoknya, tidak ada yang menolong saat itu meski ada kerabatnya karena ketakutan.

Kronologi yang dihimpun dari muria.com

  • Kejadian bermula saat Kevin beristirahat di tengah-tengah permainan. Kevin berhasil menjadi juara kedua, dan akan bertarung pada pertandingan babak selanjutnya. Namun, dia didatangi tiga orang. Salah satunya, orangtua dan paman salah satu pebalap rivalnya.
  • Kevin mengaku didorong hingga jatuh. Tak hanya itu, bogem mentah juga dihadiahkan kepada Kevin, kemudian diinjak pada bagian perut. Ironisnya, tidak ada yang berani menolong dalam insiden penganiayaan tersebut.
  • “Saya tidak tahu apa-apa. Saat istirahat, saya didatangi ketiga orang itu. Saya didorong sampai jatuh, kemudian dipukul, dan perut saya diinjak. Bahkan, saya sempat diancam dibunuh ketika perut saya diinjak,” ungkap Kevin.
  • Kejadian ini membuat keluarga korban geram. Sriyati (48), ibunda Kevin langsung melaporkan tindak penganiayaan itu kepada polisi. Dia menyayangkan dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan pebalap lainnya.
  • “Saya sudah laporkan ke Mapolres Pati. Anak saya mengaku, dia pernah senggolan dengan rivalnya itu dalam pertandingan. Tapi, senggolan dalam turnamen balap adalah hal biasa karena tidak disengaja. Ironisnya, pengeroyokan juga dilakukan oknum polisi yang bertugas di Polres Jepara. Padahal, dia penegak hukum yang mestinya jadi panutan masyarakat,” kata Sriyati.

Mari balapan dengan sehat, kalau ada perbedaan pendapat atau merasa dicurangi, bukannya sudah ada pengawas lomba tinggal laporkan dan dicek kebenarannya jika ada yang salah ya pasti ada sanksinya…

rizki-kevin

sumber : muria.com / balapmotor.net

Advertisements

16 KOMENTAR

  1. seret semua pelaku ke meja hijau!….masih aja pake otot di zaman begini, kalo gak puasa sama hasil / perilaku di balapan khan bisa ngadu ke pengawas lomba…

  2. Wakakak,
    Pembalap yg ngeroyok kaga punya mental sama sekali, rendahan
    Namnya juga balapan, apalagi di sirkuit NP, wajar ada senggolan antar pembalap,
    Wong di sirkuit Permanen aja ada juga yg senggolan, dan itu wajar jika masihbdalam gesekan yg tidak mengakibatkan kecelakaan fatal antar pembalap, lagian juga pasti ada juru penglihatnya , wwkwkwk
    Cmiiw

  3. Klo masih punya mentel tempe jangan ikutan balap..
    …nenen aja emak..pembalap ko manja….senggolan krn kompetisi malah dibawa ke luar trek…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here