DUA POLISI CEGAT KAPOLDA

Saat ini masih menjadi firal dimana ada dua orang polisi berpangkat brigadir berani memberhentikan mobil sang jendral hanya karena ada warga yang sedang ingin menyeberang jalan. Kedua anggota polisi ini kemudian dipanggil oleh saat apel pagi.

honda cengkarengalarm mp

Cerita awalnya begini, peritsiwa stop mobil Kapolda itu dilakukan Ketut dan Indra Hari Rabu (22/6) lalu, di jalur bypass Bandara Internasional Lombok (Lombok International Airport). “Waktu itu, ada orang mau menyebrang. Satu orang nenek bawa kelapa. Kebetulan ada mobil pak Kapolda dari arah barat, ya saya stop,”.

“Saya pengen dekatkan diri kepada masyarakat saya,” akunya. Tidak untuk pujian, bukan untuk “menantang” pimpinan atau gagah gagahan. Dia punya gambaran lebih jauh tentang polisi di masa mendatang. “Agar polisi kedepan menjadi lebih baik dan dicintai masyarakat,” harap Ketut.

Nach pada saat apel pagi kedua anggota polisi ini dipanggil dan ditanya oleh kapolda perihal memberhentian mobilnya. “Coba jelaskan sekarang, kenapa kamu berani hentikan mobil saya. Padahal saya pakai mobil dinas, pakaian dinas,” tanya Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Umar Septono, kemudian menyerahkan microphone ke Ketut Surya Ningrat. Dia pun menjawab tenang, tapi tegas. “Karena saya bekerja untuk masyarakat. Saya diberikan tugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, bukan melayani pimpinan,” kata Ketut, riuh tepuk tangan menyambut dari peserta apel.

Kapolda kemudian berucap. “Saya pun merinding,” , sang kapolda sangat kagun dengan tindakan dua personilnya ini, kata sang kapolda bahwa disini bisa dilihat apa makna kewajiban dari polisi.  Kapolda NTB membayangkan, jika ada jendral Polri yang dalam keadaan terburu buru mobilnya dihentikan seorang prajurit, hanya karena akan menyebrangkan seorang warga biasa. Sebab dalam kebiasaan, iring-iringan pejabat lah yang didahulukan, setelah berlalu, baru kemudian masyarakat dilayani. “Mindset ini harus dirubah. Ketika saya harus dijegat, ya saya berhenti, mobil berhenti. Artinya apa, Kapolda saja berani mereka jegat, apalagi Bupati, Kapolres, demi pelayanan tadi,” seru Kapolda.

Semoga kejadian seperti ini memang bukan karena sensasi tapi benar2 mengabdi kepada pekerjaannya karena memang benar, apapun yang terjadi kita tetap berkomunikasi dengan TUHAN YME.

video via hp klik disini

Diambil dari berbagai sumber

Advertisements

13 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here