TES KONSUMSI BBM YAMAHA XABRE (2)

Yamaha resmi merilis Yamaha Xabre (dibaca seber bukan sabre) saat rossi berkunjung ke Bali 26 januari 2016 di hotel mulia. Pada saat perilisan kemarin rossi juga mencoba menaiki motor yang memiliki filosofi desainnya “ULTIMATE STREET FASHION SPORT” yang terinspirasi dari sebuah sabetan pedang cahaya (Light Saber) yang berkesan X-treme agresif, sangat tajam dan modern.

Tidak butuh lama setelah perilisan akhirnya sayapun berkesempatan mencicipi tunggangan yang berdesain tajam, lekukan body Yamaha Xabre diambil dari sabetan pedang. Lalu bagaimana impresi saat mengendarai motor ini, yap selama satu minggu saya berkesempatan untuk mengetes riding harian jelas beda memang ketika hanya merasakan tes ride sesaat saat acara perilisan.

ari xabre (3)

Ergonomi yang ditawarkan yamaha xabre jika dilihat dari posisi rider seperti kaku karena gaya riding Yamaha Xabre seperti mengendarai motor supermoto. Stang yang paling panjang di kelasnya 792 mm, desain tangki yang agak maju kedepan sehingga posisi jok depan juga mengikuti agak kedepan dan posisi footstep depan yang agak kebelakang membuat tubuh kita agak maju condong kedepan dan kondisi tangan memegang stang agak melebar. Karena memiliki seat height yang lumayan tinggi hingga 805 mm membuat saya yang memiliki tinggi badan 173 cm masih agak jinjit ketika duduk diatas Yamaha Xabre kondisi berhenti.

ERGONOMI XABRE (2)

Pada saat riding, handling dari Yamaha Xabre saat pertama kali menaiki agak terasa kagok karena gaya ridingnya berbeda banget dengan motor street fighter yang biasanya. Handling mudah pada saat menikung meskipun di tikungan tajam apalagi ditambah dengan swing arm belakang yang lebih panjang 5 mm dari R15, dengan sok upside down handling di tikungan jadi ringan dan minim getaran di stang, sangat anteng saat menikung.

Pada saat bermanuver kencang minim goyangan dikarenakan selain dari swing arm alumnium yang lebih panjang serta diameter sok USD 37 mm dan innertubenya 31 mm, belum lagi dengan lebar ban depan 110/70 dan belakang 130/70, rangka deltabox tidak dipungkiri menambah handling motor semakin rigid. Sebuah kombinasi yang sempurna dalam merubah arah bodi motor dengan cepat, stabil saat bermanuver (High Rigidity).

Akslerasi yang ditawarkan Yamaha Xabre memang tidak berasa jauh2 dengan motor vixion apalagi dengan R15 karena mengusung mesin yang sama. Saat aklslerasi awal hingga 5ribuan rpm motor ini sangat enak namun dikitiran 5ribuan rpm motor seperti terasa agak terasa tertahan dan saat dikitiran 6ribuan rpm motor kembali melaju tanpa jeda nafas.

Konsumsi bahan bakar juga tergolong irit untuk motor sport 150cc, setelah saya tes ride konsumsi bahan bakar yamaha xabre bisa tembus hingga 44,8km/liter. Kapasitas tangki yamaha xabre 10,2 liter.

Hasil Uji Konsumsi BBM Yamaha Xabre Tembus 44,8km/liter

 

Video tes ride, via hp klik disini

speedometer yamaha xabre (1)

Yamaha xabre sudah memakai speedometer digital dengan tipe negatif display. Dengan tampilan negatif display ini angka dengan warna terang atau putih sedangkan backgroundnya berwarna hitam. Untuk tingkat pencahayaan bisa disetel hingga 3 tingkat sehingga kita bisa merubah tingkat penerangan di speedometer sesuai kebutuhan, pada saat riding pun tampilan negatif display ini ternyata dengan mudah terlihat.

Impresi Riding Dengan Negatif LCD Display Yamaha Xabre, Tidak Seperti Yang Dikira

Cara seting jam digital dan tingkat pencahayaan speedometer :

Bedah Panel Speedometer Yamaha Xabre, Berikut Cara Seting Brightness Level dan Seting Jam

YAMAHA XABRE (14)

Selain speedometer digital, yamaha xabre juga menawarkan fitur sok depan USD, sok depan USD memliki diameter luar 37 mm dan innertube 31 mm memiliki ayunan gerak bebas keatas-bawah sepanjang 130mm. Sok depan USD yamaha Xabre menawarkan handling yang stabil dan minim getaran di stang. Pada saat melewati jalan rusak saya akui ayunan sok ini lebih soft terasa smooth daripada sok teleskopik, memang terasa rebound yang dirasakan membuat stang lebih mudah dikendalikan. Yang terasa sekali perbedaannya ketika menginjak lubang agak besar dimana ayunan kebawh terasa cepat namun bantingan keatas lebih lambat membuat kestabilan motor saat riding. Review artikel sok USD bisa klik dibawah ini.

Merasakan Impresi Riding Sok USD Yamaha Xabre, Memang Sesuatu

YAMAHA XABRE (2)

Fitur lainnya yang ada di Yamaha Xabre adalah headlamp LED, tampang headlamp Yamaha Xabre tampak garang dengan desain yang tipis jika dilihat dari samping tatapan dari depan sangat garang namun tingkat pencahayaan headlamp LED milik xabre ternyata memang terang dan sudah saya uji saat riding malam ataupun hujan.

Ulas Nyala Lampu Yamaha Xabre, Headlamp Nunduk Panjang Cahaya Gitu

nyala lampu yamaha xabre (1)

Yap, segini dulu ulasan Yamaha xabre untuk tes ride harian kali ini, akan saya tambahkan lagi di lain waktu artikel lain saat xabre mampir di rumah. Yamaha menawarkan Yamaha xabre dengan tiga pilihan warna Silver Clarent (silver), Gunmetal Katana (abu-abu), Black Dagger (hitam). Harga on the road Jakarta Rp 29.800.000.

Salam dari rossi…

TES KONSUMSI BBM YAMAHA XABRE (4)

Advertisements

30 KOMENTAR

  1. om kalo boleh saran review sama boncengers biar tau masih nyaman engga kalo dibuat bonceng orang dan yg bonceng nyaman engga. terimakasih

  2. 16. ndoro – 17/02/2016

    Kalau saya amati (CMIIW), kayaknya blogger yg kebagian motor tester Xabre cuma kang Ari saja ya? Tidak ada blogger lain yg nulis soal dapat pinjaman Xabre yg dikirim ke rumah.

    Mungkinkah sinyalemen yg ditulis triatmono yang mengatakan pabrikan kecil (non ahaem) mulai kapok dan selektif meminjamkan motor tester karena ada blogger yg tulisan reviewnya condong merendahkan motor non pabrikan terbesar dalam perbandingannya?

    Selamat! Artinya kang Kiwil eh kang Ari sekarang menjadi blogger yang dipercaya bisa menulis lebih obyektif? 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here