oknum polisi merampok atm

Siapa yang tidak tergiur dengan segompok uang yang setiap hari ditemui bahkan setiap hari dipegang2 ditenteng2, lawong mengawal uang ATM yang pasti setiap hari ketemu uang milyaran. Namun itu sudah menjadi kewajiban bagi aparat polisi serta TNI yang bertugas mengawal petugas ATM yang setiap hari menyetor uang milyaran.

Yang namanya iman kalau tidak kuat maka setan akan mengerayangi, bisikan setan memang keras yo… kalau nggak kuat maka kita akan dijerumuskan ke hal2 yang berbau dosa seperti yang terjadi di jawa tengah ini, satu oknum polisi dan dua anggota TNI melarikan uang sekitar 5,7M dengan alasan ekonomi, mereka mengungkapkan kalau gajinya kecil pas-pasan buat bayar sekolah anak saja masih kurang. Setelah membawa kabur uang hasil rampokan ada yang buat beli motor Ninja untuk melarikan diri.

Sebelumnya, perampokan ini terjadi hari Selasa malam (29/9) lalu sekitar pukul 18.30 WIB Brigadir Supriyanto, seharusnya mengawal uang yang dibawa oleh PT Advantage malah menodong karyawan bernama Frendy Agus Irawan. Sementara kedua oknum anggota Denintel TNI Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah memindahkan uang ke mobil lainnya yang sudah diterparkir di lokasi kejadian.

oknum polisi merampok atm di semarang

Personel gabungan dari Polda Jateng dan Denintel Kodam IV Diponegoro, Jawa Tengah, menangkap tiga personel yang merampok mobil pembawa uang milik PT Advantage, senilai Rp 4,8 miliar. Ketiga pelaku adalah satu anggota Brimob Srondol Polda Jateng, Brigadir Supriyanto dan dua anggota Satuan Denintel Kodam IV Diponegoro, Jawa Tengah.


 

Berikut kronologi dari merdeka.com :

  • Keadaan ekonomi menjadi alasan dasar satu oknum anggota Brimob Srondol Polda Jawa Tengah dan dua oknum anggota Denintel Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah nekat mempertaruhkan profesinya dengan memutuskan merampok uang Rp 4,8 miliar dari perusahaan jasa pembawa uang ATM PT Advantage Kota Semarang.
  • Ketiga oknum abdi negara itu; Brigadir Polisi Supriyanto (anggota Brimob Srondol Polda Jawa Tengah), Serda Isaac Karpitu dan Sertu Thrisna Prihantoro (anggota Denintel Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah) merasa belum merasakan hidup mewah selama menjadi anggota TNI-Polri.
  • “Motif, pingin hidup mewah. Alasan hidup mewah yang menjadikan ketiganya menempuh jalan yang dilarang dan memalukan kesatuannya masing-masing,” kata Kanit Jatanras Subdit III Reskrimum Polda Jateng Kompol Agus Puryadi yang ikut melakukan pengejaran dan penangkapan usai gelar perkara di Direskrimum Polda Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2015).
  • Kompol Agus yang ikut dalam pengejaran dan penangkapan selama tiga hari mendapatkan pengakuan dari ketiganya, selama menjadi anggota TNI-Polri mereka merasa belum sejahtera. Sampai-sampai terucap omongan dari salah satu pelaku perampokan itu, hidupnya pas-pasan hingga kesulitan untuk membayar anaknya sekolah.
  • “Yang tersirat pada saat penangkapan hidup saya susah. Mau bayarin anak sekolah saja susah. Nekat saya. Tapi kan itu pelanggaran berat bagi kesatuan,” tegas Kompol Agus menirukan pengakuan salah seorang pelaku dari tiga oknum Brimob dan anggota Denintel TNI tersebut.
  • Menurut Agus, pengakuan itu diperkuat dengan salah satu pelaku yaitu Sertu Thrisna Prihantoro, begitu mendapatkan uang rampokan langsung membeli sebuah motor gede (moge) sport Ninja Kawasaki terbaru bewarna putih biru sebagai sarana untuk melarikan diri.
  • Namun, tim Polda Jateng dan Denintel Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah berhasil membekuk ketiganya berturut-turut, setelah melakukan pengejaran selama tiga hari. Serda Isaac ditangkap saat berada di Hotel Srondol Indah di Kawasan Kota Semarang.
Advertisements

1 KOMENTAR

    • Asalnya ada blogger keluar dr forum krn mrasa forum tsb telah di sponsori oleh ‘H’ , lalu forum tsb bnyak mmberitakan ‘H’ tanpa mmbahas kekurangannya. Blogger yg keluar (misal ‘3’) berkurang pmbritaan thd merk ‘H’ , krn akses berkurang . Lalu tanpa dikira ada kmentator bernama ‘ayumi’ yg menyerang dg sebutan ‘blogger ternak’ thd forum tsb.
      Disi lain blogger ‘3’ yg keluar tadi disangka adl kmentator ‘ayumi’ tsb . Pdhl ‘3’ mlh bersumpah bhwa dia bukan ‘ayumi’ . Lalu si ‘ayumi’ menghilang , tp pd wktu bersamaan juga mulai ada FBY dan FBH , dan mereka ahirnya berperang di dunia maya blog . Boleh dibilang itulah perang komentator ‘H’ vs ‘Y’ yg disebut , ‘perang barathayudha’ – jilid 1

  1. kalo mau kaya jangan jadi polisi atau tni, mending jadi pengusaha, contoh temen ane tukang kredit barang sehari seribu, dari mulai bawah belum punya anak buah dan sekarang punyak anak buah – +80orang dan sudah berjalan selama 6tahunan dia udah menjadi bos muda dengan omset bersih untuk dirinya pribadi perbulan 220jt, rumah mewah mobil pun sudah punya 5 dan ane bangga punya temen dia, ramah dan tidak sombong, kalo jadi polisi harus berpikirnya mengabdi negara dengan iklas walopun gajih pas2an hade… euh

  2. Wong edan kabur kok ke hotel srondol indah mbok yang mbois sitik ke grand candi ato patra jasa kan srondol indah cuma 1km dari brimob :v
    Jangan jangan si polisinya yang bakar mapolda kemaren nih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here