dihajar

Apa yang dibenak sampeyan ketika mendengar klub motor arogan ? pasti langsung bilang ini ulah geng motor…! padahal tidak semua klub motor itu sebuah geng yang identik dengan kriminal. Dirilis oleh SURYAMALANG.COM segerombolan motor gedhe bikin ulah dengan mengeroyok seorang sopir truk yang sudah tua berumur 65 tahun di magetan.

Mbah Takat (65), sopir truk tua renta warga Dusun Mitir RT06/RW03, Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan babak belur dikeroyok anggota geng Moge, gara-gara tidak memberi jalan saat rombongan itu mau mendahului.
Akibat pengroyokan itu, selain pelipis kirinya sobek, seluruh mukannya lebam, rahang kanannya sampai sekarang masih terasa sakit. Janji mengobatkan juga tidak ditempati.

“Kata bapake (Mbah Takat), ketemu rombongan Moge itu sejak di Maospati menjelang masuk ke jalur jalan menuju Magetan,” kata istri mbah takat.

Menurut keterangan dari mbah takat ini, sebenarnya kejadiannya sudah terjadi sejak dua hari menjelang lebaran kemarin namun mungkin karena polisi sedang sibuk dengan mengamankan jalannya menjelang lebaran serta arus mudik maka kasus ini baru terproses sekarang ditambah lagi dengan diblow up oleh media.

“Kami sudah memeriksa enam orang pengendara motor gede. Tapi karena laporan yang disampaikan ke Reskrim Polres Magetan terlambat, baru ini kasus dugaan penganiayaan itu menjalani proses hukum,” kata AKP Rudi Dharmawan.

Semoga ada keadilan meskipun hanya seorang sopir yang sudah tua semua WNI berhak mendapatkan HAK yang sama dan jangan sampai pihak kepolisian tergiur dengan uang sogokan, keadilan tetap harus dijalankan meskipun orang kecil melawan orang besar, orang miskin melawan orang kaya.

Advertisements

22 KOMENTAR

  1. cuba pak polkis brani gak grebek and tembak tempat ma geng moge yg bikin ulah keg geng motor lainya..,,!!??
    pasri mengkeret keq anunya si ocol…!!

  2. Moge lagi.
    Klo moge, klub, geng motor. espon Pak Pol gimana nih?
    Klo operasi ada ibu2 nyantai, malah diberhentiin dengan alasan pengecekan.
    Wibawamu kemana ni?

    Moge,
    nanti ada yang nyolot nih

  3. 65 Tahun masih nyetir….truk pula.lha yang gebleg siapa? 65 tahun itu sudah waktumya dirumah piara cucu….mocil lawan arah…pakai hp…boncengan bertiga…tanpa helm…tanpa sein…dsb dsb pernah disebut? mereka harian loh lakukannya…ga disalahin?

    • Kalaupun salah, apa iya lantas boleh dipukuli kayak begitu? Hukum rimba itu namanya!!! Nggak kebayang bagaimana suasana jalan raya di Indonesia kalau semua pengendara punya mental seperti itu (sampeyan termasuk juga?). Barangkali jalan raya akan jadi arena free fighting bahkan kalau perlu sampai bunuh2an di jalan hanya karena merasa diri paling benar.
      Istighfar mas bro…

    • Positif thinking aja,ga semua org punya nasib beruntung dimasa tua bisa menikmati dengan santai dirumah menimang cucu

      Kalau dia satu satunya tulang punggung keluarga emang ente mau biayain anak bini nya?

  4. knp ga di pikirkan dulu sebelum memukul bapak tua supir itu, jika seandainya bapak tua itu orang tua yg bawa moge. gimana coba?? motor nya aja yang gede, otaknya?? semoga dibukakan mata hatinya yg melakukan hal tersebut..

  5. dari mana mbah itu tau kalo moge? bisa jadi itu cuma Ninja 250 atau r25, karena suara dan model nya mirip sama moge, apalagi udah pake knalpot freeflow, lah yg masih muda aja nggak bisa bedakan, lagipula nggak ada bukti yg valid

  6. kalau si kakek bisa dengan sengaja hadang (hukum rimba sudah berlaku) kenapa gak dibalas dengan hukum rimba? fair dong
    Tua,bukan pembenaran boleh dan sah melakukan kesalahan.SIM nya ada? tes kesehatan ada? apa kalau tua pasti betul? jawab dong bung aripitstop…SIMnya ada gak nih kakek,masih layak kagak dia bawa truk? coba aja truknya nabrak mio,ceritanya tidak akan diblow up begini.

  7. Satu2nya kesalahan si kakek yaitu tidak menabrak gerombolan itu. saya juga sopir truk lintas provinsi, melihat gerombolan pemotor berulah dijalan, pantang buat saya banting stir dan mengorbankan pengendara lain dan warga sekitar.

    Hajar bleh, saya lindas sekalian. Sukur2 meninggal dunia dan biarkan asuransi ambil alih urusannya. Dan ingat, mayoritas sopir lintas baik itu truk atau bus mempunyai pemikiran yg sama dalam menghadapi hal seperti diatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here