iklan gma

divisi humas

Monggo dibaca informasi dari Divisi Humas Mabes Polri, awal mula dari kejadian video yang diunggah salah satu penumpang busway ketika ada polisi yang memarahi sopir busway dan bermaksud menilangnya karena kejadian sebelumnya ada pengendara motor yang hampir celaka terserempet busway.

Netizen langsung menghujat polisi yang memarahi sopir busway dan pengendara motor yang ternyata polisi juga. Belajar dari kejadian ini polisi sekarang sudah menjalankan perekaman video setiap ada pelanggaran tilang, jadi kalau ada hal2 yang dibutuhkan maka video tersebut bisa jadi bukti. Nach… kalau sudah begini sich bagus juga agar tidak ada lagi polisi ”nakal/oknum” yang memanfaatkan penilangan terhadap pengendara.

Semoga saja dengan adanya rekaman video setiap ada proses penilangan oknum2 polisi bisa hilang minimal berkurang, tinggal bagaimana kita lihat realisasi dilapangan.


 

Divisi Humas Mabes Polri

Kebebasan masyarakat untuk mengunggah video, foto dan berkomentar di media sosial banyak dimanfaatkan oleh netizen untuk mengkritisi kinerja Polisi, ini positif jika digunakan untuk mengawasi kinerja anggota Polri yang “nakal” dilapangan, namun demikian bagaimana jika video, foto dan komentar yang diunggah oleh netizen tersebut mengada-ada atau tidak sesuai dengan fakta? Sedangkan opini negatif terhadap Polri telah berkembang dan masyarakat telah disesatkan dan dirugikan dengan adanya video/foto dan komentar tersebut?

Untuk menghindari hal tersebut, Polisi pun akan merekam video penilangan, khususnya saat menghadapi pelanggar yang melawan

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono mengatakan Polisi akan merekam pelanggar yang ketika dilakukan penindakan namun melawan.

Perekaman itu bertujuan untuk membuktikan bila ada tudingan-tudingan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan Apalagi, pelanggar yang melawan biasanya beralibi macam-macam, misalnya anak jenderal atau salah satu anggota Kepolisian dan ini sangat merugikan Polri.

AKBP Hindarsono mengatakan “Jadi kalau Polisi punya video kan enak konfirmasinya. Ini sudah mulai dijalankan,”.

Video itu bisa dijadikan bukti bila terjadi insiden-insiden seperti yang terjadi belakangan ini. Misalnya, kasus Polisi ngomel di bus Transjakarta yang sempat menghebohkan media sosial beberapa waktu lalu.

Advertisements

34 KOMENTAR

  1. Yeay polisi bakal pake body cam kah?… hahha, isinya kayak apa itu ya videonya?
    sekrang mobil2 udh mulai pake dashcam biar ada bukti, ntar lama2 motor di Indo juga pake kamera stangcam… kayak di negara jepang, china, taiwan, korea….

  2. sudah biarkan masyarakat ngerekam pak pol . gak bakal ada yang berani ngelanggar .. kalo memang bener salah ya harus dikritisi . di buatkan saja papan info yang dijalan itu .merekam polisi itu boleh . lah disini polisi malah pada bilang …. eh ngapain itu … hp banting … maksutnya apa .. malah cuman membuat masyarakat takut .

  3. seperti yg pernah ane bilang, pocis itu keluarga besar…. kalo satu diganggu, yg lain akan bikin perhitungan…. walaupun terbukti bersalah…

  4. BIG BULLSHIT…! giliran kita yang rekam aksi pungli mereka beuh kamera kita yang bakal jadi korban.. Yang jelas Kami sudah sangat tidak percaya dengan Polantas..

  5. Judulnya bikin bingung bro “Efek Video Polisi Marahi Sopir Busway, Polri =Ada Akan Videokan=???? Kejadian Penilangan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here